Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nufus

Pemuda yang Haus Cinta

Demi Allah! Sungguh, mencintainya (dunia) benar-benar termasuk dosa yang terbesar. Dan tidaklah dosa-dosa menjadi bercabang-cabang melainkan karena cinta dunia. Bukankah sebab disembahnya patung-patung serta dimaksiatinya Ar-Rahman tak lain karena cinta dunia dan lebih mengutamakannya? -Hasan Al Bashri, Mawa'izh Al Imam Al Hasan Al Bashri, hlm. 138 - Catatan pertama di tahun 2013. Alhamdulillah, wasshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du. Mungkin sudah terlalu terlambat untuk membuat “catatan awal tahun” mengingat ketika artikel ini ditulis, kalender masehi menunjukkan bulan kedua, bulan Februari. Dan di bulan Februari ini, ada satu tanggal yang biasanya dijadikan hari raya bagi para pemuja hawa nafsu, terutama di kalangan remaja: Hari Valentine. Hari yang diklaim oleh banyak pihak sebagai hari cinta dan kasih sayang . Berbagai tema kehidupan langsung berubah di tanggal ini. Bagi pusat-pusat perbelanjaan, maka akan langsung mengubah de...

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Karena Semua Ada Hikmahnya

Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum Dia menguji mereka. Barangsiapa yang ridha niscaya ia akan mendapatkan ridha-Nya. Barangsiapa kesal dan benci niscaya ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya -HR. Tirmidzi- Kini, mari kita sejenak menengok sejarah kita di belakang. Kita mundur kembali ke masa Daulah Bani Umayyah. Saat itu hiduplah seorang lelaki yang tinggal di Bashrah. Ia merupakan salah satu komandan perang bawahan Ubaidillah bin Ziyad (gubernur Kufah dan Bashrah). Suatu hari lelaki itu jatuh dari atap rumahnya hingga menyebabkan kedua kakinya patah. Tak ayal, hal itu merupakan musibah yang berat bagi sang komandan. Bayangkan, sebelumnya ia adalah seorang komandan perang yang gagah perkasa, namun dalam sekejap berubah menjadi seorang yang bahkan berdiri saja tidak bisa. Maka Abu Qilabah datang untuk menjenguknya, ia berkata pada sang komandan, “ Aku berharap semoga engkau mendapatkan kebaikan .” Ia menjawab, “ Wahai Abu Qilabah, kebaikan apa yang didapatkan dari dua kakiku yang ...