Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Seputar Akhwat

Bagaimana Jilbab yang Benar dan Sesuai Syari'at

“Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya” - HR. Abu Daud dan Ibnu Majah - Beberapa saat yang lalu di saat libur tahun baru 1434 H, penulis menyempatkan dirinya untuk pulang kampung ke Bogor. Banyak hal yang dilalui penulis selama libur tersebut, diantaranya jalan-jalan ke salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di Bogor, Botani Square. Lama tidak bertemu mall selama kuliah di Surabaya, penulis merasakan kejut budaya (rasanya). Penulis melihat begitu banyak wanita berjilbab dengan berbagai hiasan-hiasan besar di atasnya. Entah itu sekedar manik-manik saja, hingga hiasan bunga yang bahkan ukurannya lebih besar daripada kepala wanita itu sendiri. Yah, itulah yang kini sering disebut hijaber. Penulis tidak tahu, apakah hijaber adalah istilah baru atau lama. Tapi yang jelas penulis merasa heran dengan adanya fenomena hijaber tersebut (disamping istilah jilbab gaul yang sudah la...

Perbedaan Darah Haid, Nifas, dan Istihadhah (Darah yang Keluar Karena Sakit)

Pertanyaan : Apa perbedaan antara darah haid, istihadhah, dan darah nifas? Jawab : Tiga macam darah yang ditanyakan keluar dari satu jalan. Namun namanya berbeda, begitu pula hukum-hukumnya, karena perbedaan sebab keluarnya. Adapun darah nifas sebabnya jelas, yaitu darah yang keluar dari seorang wanita karena melahirkan . Darah nifas ini merupakan sisa darah yang tertahan di dalam rahim sewaktu hamil. Bila seorang wanita telah melahirkan kandungannya, darah itu pun keluar sedikit demi sedikit. Bisa jadi waktu keluarnya lama/panjang, dan terkadang singkat. Tidak ada batasan minimal waktu nifas ini. Adapun waktu maksimalnya menurut mazhab Hambali adalah 40 hari, dan bila lebih dari 40 hari darah masih keluar sementara tidak bertepatan dengan kebiasaan datangnya waktu haid maka darah tersebut adalah darah istihadhah. Namun menurut pendapat yang shahih, tidak ada pula batasan waktu maksimal dari nifas ini. Darah yang keluar bukan karena sebab melahirkan adalah darah haid sebagai suatu ket...

Apakah Suara Wanita Adalah Aurat?

Pertanyaan: Ada yang mengatakan bahwa suara wanita itu aurat. Apakah ini benar? Jawaban: Wanita adalah tempat memenuhi kebutuhan laki-laki, mereka cenderung kepada wanita karena dorongan syahwat, jika wanita melagukan perkataannya maka akan bertambah fitnah. Karena itu Allah memerintahkan kepada kaum mukmin, apabila mereka hendak meminta sesuatu kepada wanita hendaknya dari balik tabir, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. (QS. Al-Ahzab: 53). Allah juga melarang kaum wanita berlemah lembut dalam berbicara dengan kaum laki-laki agar tidak timbul keinginan orang yang di dalam hatinya ada penyakit, sebagaimana disebutkan Allah dalam firmanNya, Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang ya...

Sekilas Nasihat: Rasa Malu

            Kalau kita melihat ke jalanan di mana banyak orang yang berlalu lalang, apa yang kita lihat? Yah, tentu saja ada banyak orang di sana. Mulai dari karyawan kantoran, pelajar, mahasiswa, sampai pengangguran. Namun, ada satu hal yang membuat saya tertegun ketika melihatnya. Apa itu? Jawabannya adalah wanita. Loh, apa itu berarti kalau mata saya jelalatan? Tentu tidak. Ada satu hal yang lebih spesifik dari itu, apa itu? Jawabannya adalah aurat.             Ya, bukan berarti saya memperhatikan atau melihat dengan seksama aurat itu, tapi saya Cuma prihatin, mengapa masih banyak wanita yang dengan entengnya mengumbar aurat di depan massa? Mengapa masih banyak wanita yang dengan mudahnya memamerkan keindahan tubuhnya di depan umum? Tidakkah ia punya rasa malu?             Memang, sudah seharusnya bagi setiap orang untu...

Hijab dan VMJ

Suatu hari, saya menghadiri syuro (rapat) DKM di rumah salah satu petinggi DKM yang juga teman saya. Saat itu, agendanya (katanya) sharing. Dan di sana pun akhirnya menjadi forum terbuka untuk sharing. Awalnya membahas salam (acara penyambutan murid baru oleh DKM di SMAN 1 Bogor), lalu mulai merambah ke berbagai hal, mulai dari masalah tiap departemen di DKM hingga masalah pribadi serta unek-unek yang ada di hati. Sampai akhirnya tibalah saat ketika forum itu membahas VMJ (Virus Merah Jambu, sebuah ‘penyakit’ tentang cinta dan perasaan seseorang kepada lawan jenisnya). Saya tidak tahu siapa yang mulai duluan. Namun di sana terjadi pembicaraan yang menurut saya sedikit aneh (aneh di sini maksudnya “Toh, masih banyak pembicaraan lain yang lebih bermanfaat dari pembicaraan ini”). Saat itu pembicaraan terus bergulir mengenai VMJ. Mulai dari definisi atau pengertiannya, ciri-cirinya, pandangan-pandangan tentang VMJ, dan lain-lain.           ...

Ibu yang Sebenarnya

Tahukah kamu siapa itu Imam Ahmad dan Imam Syafi’i? Mereka adalah dua ulama yang merupakan guru dan murid (Imam Syafi’i merupakan guru Imam Ahmad) Ya, mereka berdua adalah ulama besar yang namanya harum sepanjang sejarah. Mereka terkenal sebagai mujtahid cemerlang dan luar biasa, hingga akhirnya berkembang menjadi sebuah madzhab yang dikenal dan diakui eksistensinya saat ini dalam dunia Islam, yaitu madzhab Hambali dan Syafii. Mereka pun menghasilkan banyak karya dalam bidang agama –terutama fiqh- menjadi kitab referensi bagi ulama lainnya, baik yang sezaman hingga saat ini. Diantaranya adalah kitab al-Musnad karangan Imam Ahmad bin Hanbal, kitab yang berisi lebih dari 6000 hadits. Atau mungkin kitab ar-Risalah dan al-Umm karya Imam Syafi’i yang menjadi banyak rujukan dalam bidang fiqh.             Namun sekarang, tahukah anda bahwa mereka berdua memiliki beberapa kesamaan? Mereka berdua ternyata lahir dalam keadaan yatim dan miskin...