Langsung ke konten utama

Hijab dan VMJ

Suatu hari, saya menghadiri syuro (rapat) DKM di rumah salah satu petinggi DKM yang juga teman saya. Saat itu, agendanya (katanya) sharing. Dan di sana pun akhirnya menjadi forum terbuka untuk sharing. Awalnya membahas salam (acara penyambutan murid baru oleh DKM di SMAN 1 Bogor), lalu mulai merambah ke berbagai hal, mulai dari masalah tiap departemen di DKM hingga masalah pribadi serta unek-unek yang ada di hati. Sampai akhirnya tibalah saat ketika forum itu membahas VMJ (Virus Merah Jambu, sebuah ‘penyakit’ tentang cinta dan perasaan seseorang kepada lawan jenisnya). Saya tidak tahu siapa yang mulai duluan. Namun di sana terjadi pembicaraan yang menurut saya sedikit aneh (aneh di sini maksudnya “Toh, masih banyak pembicaraan lain yang lebih bermanfaat dari pembicaraan ini”). Saat itu pembicaraan terus bergulir mengenai VMJ. Mulai dari definisi atau pengertiannya, ciri-cirinya, pandangan-pandangan tentang VMJ, dan lain-lain.
            Mengapa saya merasa aneh? Awalnya mungkin saya merasa biasa-biasa saja. Namun seiring bergulirnya waktu, bergulir pula opini-opini yang menurut saya membesar-besarkan VMJ. Memang saya menerima pendapat tentang VMJ. Antara lain ciri-ciri orang yang terkena VMJ adalah melakukan sesuatu dengan tidak ikhlas dan bertujuan untuk maksiat, atau VMJ adalah sesuatu yang akhirnya menimbulkan maksiat, aatau VMJ adalah ketika kita terlalu memikirkan seseorang secara berlebihan dalam kehidupan kita. Memang tema VMJ merupakan salah satu tema yang menurut saya (atau mungkin banyak orang) adalah tema yang sangat menarik. Namun yang saya sayangkan adalah mengapa harus memperbincangkan VMJ secara dalam? Saya merasa menghabiskan ongkos demi pembicaraan ini (maaf kalau bahasanya sedikit kasar atau menyindir).
            Obat bagi VMJ
            Saya saat ini lebih suka membahas tentang obat VMJ. Memang VMJ bukanlah penyakit yang begitu penting, masih banyak penyakit lain yang menimpa umat ini yang lebih serius dibandingkan VMJ. Toh, itu adalah sifat dasar manusia di mana kita saling membutuhkan. Yang wanita butuh pria dan pria butuh wanita. Jika cinta itu disangkal, maka tidak akan terjadi keseimbangan dan keteraturan dalam hidup ini. Jika hal itu disangkal maka kita telah melawan kodrat kita sebagai manusia biasa yang memiliki nafsu. Namun yang terjadi di sini adalah cinta yang berlebihan kepada lawan jenis. Terlalu mencintai sesuatu hingga hilang keikhlasan di dalam hatinya. Kita melakukan sesuatu namun diniatkan untuk menarik perhatian lawan jenis. Apakah hal itu dibenarkan dalam Islam?
            Sebenarnya obat itu sangatlah simple atau sederhana. Apa obatnya? Tentu saja menjaga hijab. Hijab disini adalah hijab yang benar-benar hijab. Hijab yang bagaimana? Yaitu menjaga jarak dan menjaga pandangan.
            Saat ini, banyak orang yang berpendapat bahwa menjaga hijab hanyalah sekedar menjaga jarak antara laki-laki maupun perempuan. Padahal, hijab jauh lebih bermakna daripada itu. Menjaga hijab merupakan sebuah penghalang bagi fitnah antara laki-laki dan perempuan. Di mana hijab merupakan sebuah bentuk penjagaan akan kemuliaan wanita kaum muslimin.
            Hijab yang pertama: merupakan hijab yang digunakan oleh kaum wanita. Ini merupakan pakaian kemuliaan yang telah Allah syariatkan. Hal ini sesuai dengan firman Allah,
            “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. al-Ahzab: 59)
            Hijab yang kedua: merupakan sejenis penghalang atau tirai. Hal ini untuk lebih menjaga kesucian wanita dan pria, agar terhindar dari fitnah dan kejadian-kejadian buruk lainnya. Hijab (tirai) ini sesuai dengan firman Allah,
            “...Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…” (Q.S. al-Ahzab: 53)
            Dan hal inilah yang sering dilalaikan oleh kaum muslimin saat ini. Memang, jika dibilang bahwa hijab itu menjaga jarak. Namun hijab yang sesungguhnya juga lebih protektif. Yaitu menjaga jarak dan menjaga pandangan juga. Baik dari pihak laki-laki maupun perempuan.
            “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka…” (Q.S. an-Nuur: 30)
            “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya…” (Q.S. an-Nuur: 31)
            Dan lihatlah sekarang, solusi yang paling ampuh untuk menangani VMJ adalah menegakkan hijab ini, yaitu menjaga mata dan menjaga jarak. Jika hijab ini sudah benar-benar ditegakkan, maka insya Allah, VMJ yang merupakan bentuk cinta berlebihan mampu untuk diatasi.
            Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMA - You ask, Bethany Answers!

Hey, loves. It’s that time of the week again where you ask all your burning questions, and I try to answer them as best that I can. Sorry this is a little late today, we had a bad storm and lost power for a bit. Also note: there will be no AMA next week, it's Christmas. ;) Do you have a question for me? Great. Put it in HERE . Now, onto the questions for the week. * 1. Hi, Bethany.1st I like to tell you that I love your books. My question is, will there be a book for Valeria on what she went through with her past and future when she is taken with her daughter Maria. Thank you I can't wait for more future books from you. Kimberly Hey, there. And thank you for the kind words. Valeria is paired with Christopher Guzzi, which I think I have stated before – I know it’s listed on my fan page in the albums for the family trees, and it may even be on my website. But yes, you will get her story there. No, we will not see a lot of her past – parts of it, yes, and she will talk about it, b...

AMA - You Ask, Bethany Answers!

Hey, loves! It is that time of the week again where you ask your burning questions, and I do my best to answer them. You all seem to have such an influx of q’s every week for me, which I love. Do you have a question for me? Great. Drop it into the form HERE . Now, onto the questions for the week. *** Please note, the first 3 questions are from Fae. *hugs* 1. Hi :) I firstly just wanted to say that I absolutely love every single thing you have written. I feel like your books have changed my life. Anyway, I'm sorry if this has been asked before, but I couldn't find it, so I just wanted to know, why did you decide to write a book about Naz? Hi there, and thank you. I’m not sure if someone has told me that my books have changed their life before, but all my love to you. My readers make this job 10x better for me, even on the worst days of my career as an author, the readers have always made it better. Keeps me humble, believe that. But onto your question … I honestly didn’t intend...

Tidak Sebaik Musa, Tidak Sejahat Fir'aun

“ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai kelembutan dalam segala urusan ” - HR. Bukhari - Sejenak, mari kita kembali ke zaman dahulu kala, kembali pada lembaran sejarah dunia yang dinodai oleh kekafiran seorang Fir’aun. Ya, diktator nomor 1 sepanjang sejarah manusia ini merupakan penguasa sebuah peradaban yang paling maju di dunia saat itu. Harta, tahta, dan dunia seakan keseluruhan adalah miliknya. Tapi memang dasar Fir’aun, ia yang tidak akan pernah merasa puas, Ia yang tak merasa cukup menjadi manusia saja, ia ingin menjadi lebih daripada itu, ia memiliki obsesi untuk melampaui batas-batas kemanusiaan. Ya, ia ingin menjadi TUHAN. “ Kemudian (Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ”” ( QS. An Naazi’at: 24 ) Dan dengan segala kekuasaan yang ia miliki, ia daulat dirinya sendiri sebagai Rabb semesta alam. Tangan besi Fir’aun yang telah merampas kehormatan ribuan atau mungkin jutaan manusia telah memaksa mereka untuk tunduk patuh secara mutlak kepada titahnya. E...