Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bhs. Arab dan hadits serta qur'an

Ruh Allah dan Ruh Nabi Isa. Membantah Fitnah Isa Anak Allah dan Sebanding Dengan-Nya

Banyak orang ternyata bingung mengenai ruh Nabi Isa yang sering disamakan dengan ruh Allah, sehingga mereka menganggap bahwa Nabi Isa adalah anak Allah, atau justru penjelmaan Allah –Maha Suci Allah dari yang mereka sangka-. padahal, dalam aqidah seorang muslim yang lurus sudah seharusnya mengakui bahwa keesaan Allah itu mutlak. Sesuai dengan yang ada dalam al-Qur’an, Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (QS Al-Ikhlas: 3-4)             Lantas, bagaimana kita menyikapi hal ini? Simak saja tanya jawab antara seseorang dengan salah seorang ulama terkemuka, Syaikh Abdullah bin Jibrin, yang membantah fitnah mereka. Pertanyaan:             Apa bantahan Syaikh terhadap mereka yang mengatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam itu anak Allah dengan berdalil, ...Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya seba...

Penjelasan Ayat Kontradiktif tentang Takdir dan Keburukan

Pertanyaan:             Allah berfirman, Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS At-Taubah: 51)             Apakah keburukan yang menimpa kita telah ditetapkan oleh Allah? Jika jawabannya iya, maka apa maksud firman Allah, Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri... (QS An-Nisaa: 79)             Jawaban:             Semua yang akan dilakukan oleh hamba-hamba, baik kebaikan atau keburukan maka itu sesuai dengan takdir Allah, sebagaimana firmanNya, Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (QS Al-Qamar: 49)  ...

Surah al-'Ashr Ayat 2-3: Menjadi Manusia Beruntung di Dunia dan Akhirat

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (Q.S. al-‘Ashr: 2-3) Di Qur’an surah al-‘Ashr ayat ke-2 ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Tidak ada manusia di dunia ini yang beruntung. Namun di ayat selanjutnya, yaitu ayat ke-3 ternyata Allah memberikan pengecualian. Kepada siapa? Yaitu kepada orang yang memenuhi keempat syarat yang telah Allah gariskan. Yaitu: beriman kepada Allah mengerjakan amal saleh saling menasihati dalam kebenaran saling menasihati dalam kesabaran. Dan kita sebagai manusia yang tergolong kedalam golongan manusia yang beruntung harus memenuhi keempat syarat tersebut. Tetapi, mengapa kita harus memenuhi keempat syarat tersebut untuk menjadi manusia yang beruntung? Beriman kepada Allah Untuk menjadi manusia yang beruntung, maka kita harus menjadi manusia ...

Sekilas Makna Syahadatain

             Sebagai seorang muslim, tentunya kita sudah pernah bersyahadat bukan? Ya, syahadat merupakan syarat seseorang untuk menjadi seorang muslim. Namun tahukah anda sebenarnya apa makna dara syahadatain itu sendiri?             Kita sering memaknai syahadatain sebaga “aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”. Memang, arti syahadatain kurang lebih seperti itu. Namun sebenarnya maknanya jauh lebih dalam. Tidak sebatas persaksian begitu saja, masih banyak hal yang harus kita perhatikan dalam bersyahadat ini.             Makna Syahadatain             Sebenarnya, lafadz “Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah” terbagi ke dalam du bagian. Yang pertama, lafadz “laa ilaaha” yang artinya “tiada Tuhan” merupa...

Penjelasan Qur'an tentang Kefasikan

Dalam lembaran sejarah, ternyata telah banyak kita temukan tentang kisah-kisah kebinasaan suatu kaum, peradaban, bangsa, klan, atau bahkan musnahnya sebuah negeri. Kebinasaan menggulung mereka dalam keadaan yang hina. Ya, bahkan Allah pun hingga menyebutkan bahwa             “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada…” (Q.S. Ali Imran: 112) Dan masalahnya sekarang, siapakah yang disebut dengan “mereka” dalam ayat tadi? Mereka adalah,             “…Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik,” (Q.S. al-Hasyr: 5) Ya, tidakkah kita sadar? Bahwa orang-orang fasik itu sudah banyak di dunia ini. Tetapi, siapa sesungguhnya orang-orang yang fasik?             “…Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik,” (Q.S. at-Taubah: 67)           ...