Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ayat Kontroversi

Jika Perbuatan Orang Kafir Telah Tertulis, Kenapa Mereka Disiksa?

Pertanyaan: "Apakah perbuatan orang-orang kafir telah tertulis di Lauh Mahfudz ? Apabila benar, maka bagaimana Allah menyiksa mereka ..?" Jawaban: Benar, perbuatan orang-orang kafir telah tertulis sejak zaman azali, bahkan perbuatan semua manusia telah tertulis sejak dia berada di perut ibunya, sebagaimana tertuang dalam hadits shahih dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu ia berkata ; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (yang benar lagi dibenarkan) bercerita kepada kami. "Sesungguhnya salah seorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya selama empat puluh hari berbentuk nutfah, kemudian menjadi 'alaqah selama empat puluh hari pula, kemudian menjadi mudhghah selama empat puluh hari pula. Lalu diutuslah kepadanya seorang malaikat, dan diperintahkan dengan empat kalimat untuk menulis rezekinya, ajalnya, amalannya, celaka atau bahagia." Maka perbuatan orang-orang kafir telah tertulis di sisi Allah Azza wa Jalla, telah dik...

Bolehkah Bermaksiat dengan Alasan "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun"?

            Pertanyaan : Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya mengenai pelaku maksiat yang bila dilarang dari kemaksiatan ia berhujjah dengan firman Allah, “ Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ”             Jawab : apabila ia berhujjah atasnya dengan ayat ini, maka kita juga berhujjah dengan firman Allah, Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sungguh Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sungguh azab-Ku adalah azab yang sangat pedih (QS. Al-Hijr: 49-50)             Dan juga firman Allah, Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al-Maidah: 98)             Apabila ia memakai ayat-ayat raja’ (harapan), maka berikan kepadanya ayat-ayat wa’id (ancama...

Nabi Buta Huruf, Tanda Keterbelakangan Islam?

Pertanyaan : Di zaman ini k ita sering sekali menemukan (lewat berbagai media, mulai dari media cetak seperti majalah atau elektronik seperti televisi dan internet) bahwa buta huruf adalah tanda dari keterbelakangan dan keterpurukkan.   Sementara itu, Allah telah mensifati ummat ini dengat umat yang ummiyyah (buta huruf). Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka (QS. Al-Jumu’ah: 2)             Maka saya harap penjelasan Syaikh mengenai hal itu.             Jawab : dulu ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari bangsa-bangsa Arab dan Ajam (non-Arab) tidak bisa membaca dan menulis. Karenanya, mereka dinamai umat yang buta huruf. Sementara orang-orang yang dapat menulis dan membaca di antara mereka sangat sedikit bila dibandingkan dengan selain mereka. Dan Nabi kita juga tidak bisa membaca dan menulis. Allah berfirman: D...

Ruh Allah dan Ruh Nabi Isa. Membantah Fitnah Isa Anak Allah dan Sebanding Dengan-Nya

Banyak orang ternyata bingung mengenai ruh Nabi Isa yang sering disamakan dengan ruh Allah, sehingga mereka menganggap bahwa Nabi Isa adalah anak Allah, atau justru penjelmaan Allah –Maha Suci Allah dari yang mereka sangka-. padahal, dalam aqidah seorang muslim yang lurus sudah seharusnya mengakui bahwa keesaan Allah itu mutlak. Sesuai dengan yang ada dalam al-Qur’an, Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (QS Al-Ikhlas: 3-4)             Lantas, bagaimana kita menyikapi hal ini? Simak saja tanya jawab antara seseorang dengan salah seorang ulama terkemuka, Syaikh Abdullah bin Jibrin, yang membantah fitnah mereka. Pertanyaan:             Apa bantahan Syaikh terhadap mereka yang mengatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam itu anak Allah dengan berdalil, ...Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya seba...

Penjelasan Ayat Kontradiktif tentang Takdir dan Keburukan

Pertanyaan:             Allah berfirman, Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS At-Taubah: 51)             Apakah keburukan yang menimpa kita telah ditetapkan oleh Allah? Jika jawabannya iya, maka apa maksud firman Allah, Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri... (QS An-Nisaa: 79)             Jawaban:             Semua yang akan dilakukan oleh hamba-hamba, baik kebaikan atau keburukan maka itu sesuai dengan takdir Allah, sebagaimana firmanNya, Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (QS Al-Qamar: 49)  ...