Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label adab

Terimalah Kebenaran dari Manapun Asalnya

Ambillah hikmah dari orang yang kamu dengar. Sungguh, ada orang yang berkata dengan hikmah padahal dia bukan ahli hikmah, sehingga hikmah yang diucapkannya itu laksana anak panah yang dilontarkan oleh seseorang yang bukan pemanah -Abdullah bin Abbas, Shifatush Shafwah I/757- “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menugaskanku untuk menjaga zakat Ramadhan. Tiba-tiba seseorang datang. Mulailah ia mengutil makanan zakat tersebut. Aku pun menangkap seraya mengancamnya, “ Sungguh aku akan membawamu ke hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk aku adukan perbuatanmu ini kepada beliau .” Orang yang mencuri itu berkata, “ Aku butuh makanan sementara aku memiliki banyak tanggungan keluarga. Aku ditimpa kebutuhan yg sangat .” Karena alasan tersebut aku melepaskannya. Di pagi hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “ Wahai Abu Hurairah apa yang diperbuat tawananmu semalam? ”, “ Wahai Rasulullah ia mengeluh punya kebutuhan yang sangat dan punya tanggungan keluarga. Aku pu...

Beradab dan Berakhlak dalam Berdakwah

Tidak boleh melakukan amar ma’ruf nahi munkar kecuali orang yang di dalam dirinya terdapat tiga hal: lemah lembut dalam menyuruh dan melarang, adil dalam menyuruh dan melarang, dan mengetahui terhadap yang dia suruh dan (dia) larang - Sufyan Ats Tsauri , Jami’ul Ulum wal Hikam (II/256)- Kita terkadang melihat ada beberapa orang yang mengenakan peci, baju koko, sarung atau celana pentalon. Di dagu sebagian dari mereka dihiasi oleh beberapa helai jenggot, mata mereka meradang. Di tangan mereka telah siap sebilah kayu untuk dijadikan pentungan. Dari jauh, masya Allah, terlihat sebagai muslim sekali. Mungkin mereka terlihat seperti muslim yang terasingkan dan telah geram dengan berbagai kemaksiatan yang merajalela. Mereka dengan serta merta menghancurkan dan melakukan pengrusakan tempat maksiat yang selama ini membuat mereka ‘gerah’.           Lisan mereka pun berbicara. Pekik takbir menggema ketika melakukan perusakan. Ketika di majelis mereka...

Bagaimana Menyikapi Ketergelinciran dan Kesalahan Para Ulama

Sesungguhnya, wajib bagi para penuntut ilmu untuk menghormati dan memuliakan para ulama, bersikap lapang dada terhadap perselisihan yang terjadi diantara mereka dan selainnya, serta memberikan udzur terhadap mereka yang melakukan kekeliruan di dalam keyakinan mereka -Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Majmû’ Fatawa wa Rosâ`il al-‘Utsaimîn (26/90-92) -           Beberapa perselisihan ummat ini disebabkan oleh beberapa hal. Berbeda manhaj, beda madzhab, dan banyak perbedaan lainnya. Dan sekarang yang harus kita ikuti adalah manhaj salaf, manhaj (cara/jalan hidup) yang kita teladani dari pendahulu kita yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan generasi sahabat serta yang mengikuti jalan mereka. Sebagaimana hadits, “Sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar ...