Langsung ke konten utama

Penjelasan Qur'an tentang Kefasikan

Dalam lembaran sejarah, ternyata telah banyak kita temukan tentang kisah-kisah kebinasaan suatu kaum, peradaban, bangsa, klan, atau bahkan musnahnya sebuah negeri. Kebinasaan menggulung mereka dalam keadaan yang hina. Ya, bahkan Allah pun hingga menyebutkan bahwa

            “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada…” (Q.S. Ali Imran: 112)
Dan masalahnya sekarang, siapakah yang disebut dengan “mereka” dalam ayat tadi? Mereka adalah,
            “…Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik,” (Q.S. al-Hasyr: 5)
Ya, tidakkah kita sadar? Bahwa orang-orang fasik itu sudah banyak di dunia ini. Tetapi, siapa sesungguhnya orang-orang yang fasik?
            “…Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik,” (Q.S. at-Taubah: 67)
            “…Orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik,” (Q.S. al-Hasyr: 19)
            “Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.” (Q.S. al-Baqarah: 99)
            “…Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik,” (Q.S. al-Maaidah: 47)
Ya, lihatlah ayat-ayat di atas! kondisi dunia saat ini sesungguhnya telah dipenuhi oleh orang-orang yang fasik. Dunia ini telah dipenuhi orang-orang yang telah melupakan siapa sesungguhnya pencipta dunia itu sendiri. Dunia ini telah dipenuhi oleh manusia-manusia yang ingkar pada Rabbnya. Mereka selalu mendustakan apa yang Allah turunkan dari langit ketujuh.
 Lalu, apa sesungguhnya yang akan terjadi jika dunia yang kita tempati ini penuh dengan orang fasik?
            “Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik,” (Q.S. al-Ankabuut: 34)
            Lalu, apa yang akan Allah timpakan atas mereka, yaitu orang-orang yang fasik?
            “Dan Adapun orang-orang yang Fasik (kafir) Maka tempat mereka adalah Jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya." (Q.S. as-Sajdah: 20)
            “…mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik,” (Q.S. al-An’am: 49)
            “sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (Q.S. al-Munafiqun: 6)
            “…sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.” (Q.S. at-Taubah: 96)
            Sudah saatnya bagi kita, kaum muslimin, untuk berbenah diri. Apakah kita tergolong orang-orang yang fasik? Atau golongan orang-orang yang beriman? Maka dari itu, jauhkanlah sifat fasik dari diri kita dan jangan sampai kita bersahabat dengan orang fasik. Karena,
            “Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).” (Q.S. al-A’raaf: 202)
            Kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya membuang sifat fasik itu dari dalam diri kita. Karena sesungguhnya kita adalah,
            “Umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik,” (Q.S. Ali Imran: 110)
            Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMA - You ask, Bethany Answers!

Hey, loves. It’s that time of the week again where you ask all your burning questions, and I try to answer them as best that I can. Sorry this is a little late today, we had a bad storm and lost power for a bit. Also note: there will be no AMA next week, it's Christmas. ;) Do you have a question for me? Great. Put it in HERE . Now, onto the questions for the week. * 1. Hi, Bethany.1st I like to tell you that I love your books. My question is, will there be a book for Valeria on what she went through with her past and future when she is taken with her daughter Maria. Thank you I can't wait for more future books from you. Kimberly Hey, there. And thank you for the kind words. Valeria is paired with Christopher Guzzi, which I think I have stated before – I know it’s listed on my fan page in the albums for the family trees, and it may even be on my website. But yes, you will get her story there. No, we will not see a lot of her past – parts of it, yes, and she will talk about it, b...

AMA - You Ask, Bethany Answers!

Hey, loves! It is that time of the week again where you ask your burning questions, and I do my best to answer them. You all seem to have such an influx of q’s every week for me, which I love. Do you have a question for me? Great. Drop it into the form HERE . Now, onto the questions for the week. *** Please note, the first 3 questions are from Fae. *hugs* 1. Hi :) I firstly just wanted to say that I absolutely love every single thing you have written. I feel like your books have changed my life. Anyway, I'm sorry if this has been asked before, but I couldn't find it, so I just wanted to know, why did you decide to write a book about Naz? Hi there, and thank you. I’m not sure if someone has told me that my books have changed their life before, but all my love to you. My readers make this job 10x better for me, even on the worst days of my career as an author, the readers have always made it better. Keeps me humble, believe that. But onto your question … I honestly didn’t intend...

Tidak Sebaik Musa, Tidak Sejahat Fir'aun

“ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai kelembutan dalam segala urusan ” - HR. Bukhari - Sejenak, mari kita kembali ke zaman dahulu kala, kembali pada lembaran sejarah dunia yang dinodai oleh kekafiran seorang Fir’aun. Ya, diktator nomor 1 sepanjang sejarah manusia ini merupakan penguasa sebuah peradaban yang paling maju di dunia saat itu. Harta, tahta, dan dunia seakan keseluruhan adalah miliknya. Tapi memang dasar Fir’aun, ia yang tidak akan pernah merasa puas, Ia yang tak merasa cukup menjadi manusia saja, ia ingin menjadi lebih daripada itu, ia memiliki obsesi untuk melampaui batas-batas kemanusiaan. Ya, ia ingin menjadi TUHAN. “ Kemudian (Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ”” ( QS. An Naazi’at: 24 ) Dan dengan segala kekuasaan yang ia miliki, ia daulat dirinya sendiri sebagai Rabb semesta alam. Tangan besi Fir’aun yang telah merampas kehormatan ribuan atau mungkin jutaan manusia telah memaksa mereka untuk tunduk patuh secara mutlak kepada titahnya. E...