Langsung ke konten utama

Postingan

Menguak Fitnah Fanatisme

Hampir saja kalian akan dihujani batu dari langit. Aku katakan: Rasulullah bersabda demikian lantas kalian membantahnya: Tapi Abu Bakar dan Umar berkata demikian?! -Ibnu Abbas. Atsar Shahih: HR. Ahmad 1/337 dan Al-Khatib dalam Al-Faqih wal Mutafaqqih 1/145- Kisah Pertama Alkisah di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada dua orang yang sedang memaparkan nasabnya. Salah seorang berkata diantara keduanya, “Saya adalah Fulan bin Fulan.” Lalu dia bertanya (dengan nada merendahkan), “lalu kamu siapa? Engkau tidak memiliki nasab (dalam riwayat lain disebutkan ‘engkau tidak mempunyai ibu’)?”           Mendengar itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ Sungguh di zaman Nabi Musa ada dua orang yang menyebut nasab mereka. Salah satunya berkata, ‘Aku adalah Fulan bin Fulan (sampai ia menyebut leluhurnya yang kesembilan). Lalu kamu siapa? Engkau tidak memiliki nasab?” Lalu orang kedua menjawab, “Aku adalah Fulan bin Fulan bin Is...

Berbagai Kesalahan Bacaan Doa dan Dzikir Dalam Berwudhu

Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan itu tertolak - HR. Muslim no. 1718-      Wudhu merupakan salah satu kunci ibadah kita. karena dengan ada atau tidaknya wudhu maka ibadah kita bisa sah atau pun tidak. Wudhu terbaik adalah wudhu yang sempurna, sesuai dengan contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun ketika ada beberapa orang yang sudah mulai berani berinovasi (membuat-buat) dalam ibadah ini dengan menambah-nambah syariat maka tentu kesempurnaan ibadah itu akan ternoda.       Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai kesalahan-kesalahan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin ketika berwudhu terkait dengan dzikir, doa, atau pun bacaan-bacaan tertentu. Mulai dari ketika hendak wudhu hingga selesai berwudhu. Semoga bermanfaat.     Melafadzkan Niat Ketika Berwudhu      Sebagian kaum muslimin ketika hendak berwudhu maka akan m...

Sabar Dalam Berdakwah

  Syawwal, 3 tahun sebelum hijrah. Dua orang berjalan 60 mil dari Makkah menuju Tha’if. Mereka berdua berjalan kaki, berdebu di jalan Allah, demi menyampaikan risalah kebenaran. Tatkala sampai di Thaif, mereka berdua mendatangi tiga orang pemuka kabilah Tsaqif: Abd Yala’il, Mas’ud, dan Habib. Ketiganya putera Amr bin Umair Ats Tsaqafi. Kepada mereka bertiga disampaikanlah ajakan untuk memeluk Islam lewat lisan paling mulia. Tapi, jangankan sambutan atau balasan yang hangat dan damai, yang diterima oleh pendakwah ini malah makian dan cacian.     Salah seorang dari mereka berkata, “ Jika Allah benar-benar mengutusmu, maka Dia akan merobek-robek pakaian Ka’bah ”     Seorang yang lain menimpali, “ Apakah Allah tidak menemukan orang lain selain dirimu? ”     Orang terakhir tidak mau kalah, “ Demi Allah! Aku sekali-kali tidak akan mau berbicara denganmu! Jika memang engkau seorang rasul, sungguh engkau terlalu agung untuk dibantah ucapanmu dan...

Terimalah Kebenaran dari Manapun Asalnya

Ambillah hikmah dari orang yang kamu dengar. Sungguh, ada orang yang berkata dengan hikmah padahal dia bukan ahli hikmah, sehingga hikmah yang diucapkannya itu laksana anak panah yang dilontarkan oleh seseorang yang bukan pemanah -Abdullah bin Abbas, Shifatush Shafwah I/757- “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menugaskanku untuk menjaga zakat Ramadhan. Tiba-tiba seseorang datang. Mulailah ia mengutil makanan zakat tersebut. Aku pun menangkap seraya mengancamnya, “ Sungguh aku akan membawamu ke hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk aku adukan perbuatanmu ini kepada beliau .” Orang yang mencuri itu berkata, “ Aku butuh makanan sementara aku memiliki banyak tanggungan keluarga. Aku ditimpa kebutuhan yg sangat .” Karena alasan tersebut aku melepaskannya. Di pagi hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “ Wahai Abu Hurairah apa yang diperbuat tawananmu semalam? ”, “ Wahai Rasulullah ia mengeluh punya kebutuhan yang sangat dan punya tanggungan keluarga. Aku pu...