Langsung ke konten utama

Amanah Dakwah


Sesungguhnya Islam merupakan agama yang benar-benar menjaga fitrah seluruh makhluk. Apa sebenarnya itu? Yaitu kebenaran! Seluruh makhluk tentu menginginkan kebenaran, keadilan, kestabilan, dam keteraturan diterapkan di dunia ini. Kita memang rindu dengan kondisi seperti itu, kondisi dimana ketenteraman, keamanan, kenyamanan, keadilan, dan kebenaran tegak di dunia ini. Namun, apa sebenarnya yang harus kita lakukan agar hal itu terjadi? Tentunya dengan dakwah!
            Mungkin jika kita mendengar kata dakwah, maka yang kita bayangkan adalah sosok ustadz dan ustadzah, para dai kondang, dan para ulama. Padahal sebenarnya dakwah bukanlah pekerjaan mereka saja, tetapi pekerjaan manusia sebagai khalifah di bumi! Sebenarnya, hakikat dakwah adalah menyeru kepada kebenaran, menyuruh kepada kebajikan, dan mencegah dari yang mungkar,
            “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (QS Ali Imran: 104)
            Mengapa manusia patut untuk melakukan hal itu? Karena sesungguhnya kita, manusia, telah mengemban amanah yang mulia dari Allah,
            “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (QS al-Ahzab: 72)
            Amanah ini ditafsirkan sebagai syariah dan khilafah. Di mana jika kita melaksanakannya dengan benar, maka kita akan mendapatkan ganjaran yang besar dan jika kita melalaikannya, maka kita akan mendapatkan dosa. Dan di ayat tadi, Allah menjelaskan bahwa gunung, langit, dan bumi untuk melaksanakan amanah ini. Namun seluruhnya menolak kecuali manusia. Dan di akhir ayat, Allah menyatakan bahwa manusia itu amat zhalim dan amat bodoh.
            Namun, tahukah anda siapa sebenarnya manusia yang zhalim dan bodoh? Merekalah yang telah menyia-nyiakan amanah ini!
            “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS al-Anfaal: 27)
            Sementara itu, siapa yang berhasil menjalankan amanah itu dengan baik, maka sesungguhnya Allah memberikan ganjaran yang sangat mulia!
            “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya, Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya” (QS al-Mu’minuun: 8-11)
            Dan sekarang, bagaimana kita mampu untuk menjalankan amanah dari Allah itu? Kita harus satukan langkah untuk menuju tali persatuan Islam!
            “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (QS Ali Imran: 103)
            Namun bagaimana kita mampu membentuk itu semua? Bagaimana kita mampu untuk mencetak generasi rabbani yang memenuhi dunia ini dengan keadilan dan kebenaran sesuai dengan amanat Allah?
            Tentunya dengan dakwah! Kita tidak bisa begitu saja berpangku tangan dan tidak bertindak. Kita harus bergerak! Masih ingatkah kita dengan dakwahnya para nabi dan rasul Allah? Apa sebenarnya tujuan mereka? Hanya satu, tauhid! Tauhid yang menjadi landasan hidup dalam kehidupan kita! Tauhid yang mampu membuat hati kita sejuk, tauhid yang mampu menjadi perisai kita jika kita menghadapi masalah, tauhid yang menjadi pemompa semangat kita, tauhid yang mampu menjadikan dunia ini menjadi dunia yang penuh rahmat!
            “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (QS Ali Imran: 110)
            Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Sebaik Musa, Tidak Sejahat Fir'aun

“ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai kelembutan dalam segala urusan ” - HR. Bukhari - Sejenak, mari kita kembali ke zaman dahulu kala, kembali pada lembaran sejarah dunia yang dinodai oleh kekafiran seorang Fir’aun. Ya, diktator nomor 1 sepanjang sejarah manusia ini merupakan penguasa sebuah peradaban yang paling maju di dunia saat itu. Harta, tahta, dan dunia seakan keseluruhan adalah miliknya. Tapi memang dasar Fir’aun, ia yang tidak akan pernah merasa puas, Ia yang tak merasa cukup menjadi manusia saja, ia ingin menjadi lebih daripada itu, ia memiliki obsesi untuk melampaui batas-batas kemanusiaan. Ya, ia ingin menjadi TUHAN. “ Kemudian (Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ”” ( QS. An Naazi’at: 24 ) Dan dengan segala kekuasaan yang ia miliki, ia daulat dirinya sendiri sebagai Rabb semesta alam. Tangan besi Fir’aun yang telah merampas kehormatan ribuan atau mungkin jutaan manusia telah memaksa mereka untuk tunduk patuh secara mutlak kepada titahnya. E...

Kupas Tuntas: Adakah Bid'ah Hasanah?

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya” - HR. Ad Darimi , atsar Abdullah bin Mas’ud- Oleh: Ustadz Syariful Mahya Lubis, Lc.* Sejumlah jawaban direkayasa, sejumlah dalilpun dipaksakan, demi melegalkan bid’ah, dan demi memberanikan orang melakukannya. Pertanyaan tersebut terkait langsung dengan Islam, yang oleh karenanya membutuhkan jawaban yang merujuk kepada Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber kebenaran dalam Islam, jawaban-jawaban yang hanya bersifat logika, tidak akan dapat menguak kebenaran dalam permasalahan Islam. Sebab selogis apapun sebuah jawaban tetap saja ia spekulasi relatif, yang sudah pasti dapat dipatahkan dengan hal yang sama, lebih-lebih apabila jawaban-jawaban logis tadi kontaradiktif dengan dalil-dalil yang syar’i. Definisi Nabi ï·º bersabda, “ Siapapun yang melakukan amal yang tidak kami perintahkan , maka amal tersebut tertolak (tidak diterima)” ( HR. Bukhari dan Muslim , dari ‘Aisyah) . Beliau juga bersabda, “ Setiap (ibadah) y...

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...