Langsung ke konten utama

Berpikir Positif dan Optimis


Merasa hidup anda sulit? Jangan berkecil hati, jadilah anda menjadi orang yang berpikiran optimis! Ya, jadilah anda pribadi yang optimistik, yang melihat masalah yang anda hadapi bukanlah hal yang menjadikan anda tidak mampu berbuat apa-apa. Sikap optimis ini tentu saja diperlukan oleh setiap insan di muka bumi ini. Mengapa? Karena dengan ini, anda mampu lebih berpikir secara lurus dan jernih.
            Jika anda bermimpi untuk menjadi orang yang namanya dijejerkan dengan nama-nama orang sukses dari masa ke masa, maka jangan terus duduk diam! Bergeraklah! Awali langkah untuk mewujudkan obsesi dan impian dengan satu hal. Semangat positif dan optimisme!
            Sebuah langkah perubahan besar dalam hidup anda tidak akan mampu terwujud bila dalam hati anda tidak ada penggebrak dan penggeraknya. Anda tidak akan mampu membalik hidup anda secara tiba-tiba. Anda perlu sebuah proses perubahan. Dan tentu saja, dalam proses itu akan ada banyaknya lika-liku dan rintangan yang menghalangi langkah anda. Karena itu, persiapkanlah satu hal dari dalam lubuk hati anda. Sikap optimis!
            Dengan optimisme yang tinggi, maka kita mampu menjadi pribadi yang sabar dan tahan banting. Karena setiap orang yang optimistik, maka langkah yang akan mengubah dirinya untuk menjadi sukses tidak akan pernah surut. Karena dia tahu, setiap permasalahan akan mampu terselesaikan bila kita berusaha untuk menyelesaikan.
            Terlebih, kita sebagai umat Islam sudah tentu harus mampu menjalani hidup ini dengan semangat optimistik, sesuai dengan janji Allah,
            “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS Al-Insyirah: 6)
            Jangan menjadi pribadi yang lembek dalam menghadapi masalah! Tetapi jadilah pribadi yang memiliki keteguhan hati. Dan lengkapilah keteguhan hati itu dengan semangat optimis. Dan bertawakkallah kepada Allah.
            “Allah tempat bergantung bergantung segala sesuatu” (QS al-Ikhlash: 2)
            “…Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal” (QS at-Taubah: 51)
            Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kupas Tuntas Hukum Shalat Berjama'ah di Masjid

            Semenjak kecil, kita sudah tahu bahwa shalat berjama’ah di masjid adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat ditekankan oleh Islam melalui dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Banyak ummat Islam yang mengerjakan shalat berjama’ah karena ingin mendapatkan pahala dan semangat besar untuk beramal shalih. Memburu pahala dan menginginkan ridhaNya sekaligus mempererat tali ukhuwah Islamiya menjadi salah satu faktor terbesar untuk shalat berjama’ah di masjid Tetapi ternyata banyak yang masih belum tau bagaimana sebenarnya hukum dari shalat berjama’ah itu sendiri. Bagaimana sebenarnya para ulama menjelaskan mengenai hukum shalat berjama’ah di masjid, baik laki-laki maupun perempuan. Ustad A bilang itu wajib, kalau gak jama’ah di masjid gak sah shalatnya, Kiai B bilang itu sunnah saja. Jadi, mana yang benar?             Khilaf di Antara Para Ulama   ...

Kupas Tuntas: Adakah Bid'ah Hasanah?

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya” - HR. Ad Darimi , atsar Abdullah bin Mas’ud- Oleh: Ustadz Syariful Mahya Lubis, Lc.* Sejumlah jawaban direkayasa, sejumlah dalilpun dipaksakan, demi melegalkan bid’ah, dan demi memberanikan orang melakukannya. Pertanyaan tersebut terkait langsung dengan Islam, yang oleh karenanya membutuhkan jawaban yang merujuk kepada Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber kebenaran dalam Islam, jawaban-jawaban yang hanya bersifat logika, tidak akan dapat menguak kebenaran dalam permasalahan Islam. Sebab selogis apapun sebuah jawaban tetap saja ia spekulasi relatif, yang sudah pasti dapat dipatahkan dengan hal yang sama, lebih-lebih apabila jawaban-jawaban logis tadi kontaradiktif dengan dalil-dalil yang syar’i. Definisi Nabi ï·º bersabda, “ Siapapun yang melakukan amal yang tidak kami perintahkan , maka amal tersebut tertolak (tidak diterima)” ( HR. Bukhari dan Muslim , dari ‘Aisyah) . Beliau juga bersabda, “ Setiap (ibadah) y...

Lebaran Ikut Siapa?

Permasalahan ini sering muncul dari berbagai pihak ketika menghadapi hari Arofah. Ketika para jama’ah haji sudah wukuf tanggal 9 Dzulhijah di Saudi Arabia, padahal di Indonesia masih tanggal 8 Dzulhijah, mana yang harus diikuti dalam puasa Arofah? Apakah ikut waktu jama’ah haji wukuf atau ikut penanggalan Hijriyah di negeri ini sehingga puasa Arofah tidak bertepatan dengan wukuf di Arofah? Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin pernah diajukan pertanyaan: Kami khususnya dalam puasa Ramadhan mubarok dan puasa hari Arofah, di antara saudara-saudara kami di sini terpecah menjadi tiga pendapat. Pendapat pertama : kami berpuasa bersama Saudi Arabia dan juga berhari Raya bersama Saudi Arabia. Pendapat kedua : kami berpuasa bersama negeri kami tinggal dan juga berhari raya bersama negeri kami.    Pendapat ketiga : kami berpuasa Ramadhan bersama negeri kami tinggal, namun untuk puasa Arofah kami mengikuti Saudi Arabia. Kami mengharapkan jawaban yang memuaskan mengenai puasa bulan Ram...