Langsung ke konten utama

Maksiat?


Manusia memang tidak pernah untuk tidak melakukan kesalahan, kekeliruan, dan kekhilafan. Manusia memang makhluk yang tidak lepas dari dosa dan maksiat. Sekecil apa pun maksiat dan kesalahan itu, tetap saja pernah dilakukan oleh manusia biasa, bahkan nabi sekali pun! Sebut saja kesalahan Nabi Yunus yang meninggalkan kaumnya, atau kesalahan Nabi Musa yang ingin melihat langsung Allah, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pun tidak luput dari kesalahan ketika beliau menolak Ibnu Ummi Maktum yang buta.
            Dan sekarang, kita yang memag sudah terlalu sering melakukan kesalahan sudah seharusnya berintrospeksi diri. Sampai kapan kita akan melakukan kemaksiatan tersebut? Kapan kita mau berhenti dari maksiat tersebut? Kapan kita mau kembali ke jalan yang benar, jalan yang lurus? Apakah kita akan menghabiskan umur kita dengan kemaksiatan? Apakah umur yang telah Allah berikan kepada kita akan kita sia-siakan begitu saja?
            Tidak! Lagkah pertaubatan kita tidak boleh berhenti! Langkah kita menuju kebenaran tidak boleh terputus! Selama kita memiliki umur, kita harus tetap mempergunakannya untuk memperbaiki kesalahan kita di masa lalu! Jika anda telah melakukan dosa yang banyak, maka sesungguhnya ampunan Allah lebih besar! Jika anda telah melaksanakan kemaksiatan setinggi gunung, maka sesunggunhnya ampunan Allah lebih tinggi daripada langit! Jika anda telah melakukan kemaksiatan seluas lautan, maka ampunan Allah seluas langit dan bumi!
            Tidak peduli sudah berapa kali anda melakukan maksiat, tetapi yang lebih penting adalah sudah sampai mana anda melangkah menuju jalan yang benar. Jika anda melakukan maksiat, maka jangan ragu untuk bertaubat! Jika kembali bermaksiat, maka kembalilah bertaubat! Jangan sampai anda bosan dengan taubat anda!
            Lurus
            Jika para Nabi melakukan kesalahan, maka Allah akan langsung meluruskannya, akan langsung menegurnya. Dan sekarang, lingkungan yang paling buruk adalah lingkungan yang tidak meluruskan anda ketika anda bengkok!
            Berdoalah!
            “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS az-Zumar: 53)
            Jika anda bermaksiat, maka janganlah berkecil hati! Tetaplah berdoa kepada Allah! Masihkah kita ingat kepada Nabi Yunus? Ketika beliau di perut ikan paus dan di tengah keheningan dan kegelapan, beliau berdoa,
            “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim”
            Jangan pernah menyerah dan berputus asa dari ampunan dan rahmat Allah! Karena sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang kafir!
            “…Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf: 87)
            Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMA - You ask, Bethany Answers!

Hey, loves. It’s that time of the week again where you ask all your burning questions, and I try to answer them as best that I can. Sorry this is a little late today, we had a bad storm and lost power for a bit. Also note: there will be no AMA next week, it's Christmas. ;) Do you have a question for me? Great. Put it in HERE . Now, onto the questions for the week. * 1. Hi, Bethany.1st I like to tell you that I love your books. My question is, will there be a book for Valeria on what she went through with her past and future when she is taken with her daughter Maria. Thank you I can't wait for more future books from you. Kimberly Hey, there. And thank you for the kind words. Valeria is paired with Christopher Guzzi, which I think I have stated before – I know it’s listed on my fan page in the albums for the family trees, and it may even be on my website. But yes, you will get her story there. No, we will not see a lot of her past – parts of it, yes, and she will talk about it, b...

AMA - You Ask, Bethany Answers!

Hey, loves! It is that time of the week again where you ask your burning questions, and I do my best to answer them. You all seem to have such an influx of q’s every week for me, which I love. Do you have a question for me? Great. Drop it into the form HERE . Now, onto the questions for the week. *** Please note, the first 3 questions are from Fae. *hugs* 1. Hi :) I firstly just wanted to say that I absolutely love every single thing you have written. I feel like your books have changed my life. Anyway, I'm sorry if this has been asked before, but I couldn't find it, so I just wanted to know, why did you decide to write a book about Naz? Hi there, and thank you. I’m not sure if someone has told me that my books have changed their life before, but all my love to you. My readers make this job 10x better for me, even on the worst days of my career as an author, the readers have always made it better. Keeps me humble, believe that. But onto your question … I honestly didn’t intend...

Tidak Sebaik Musa, Tidak Sejahat Fir'aun

“ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai kelembutan dalam segala urusan ” - HR. Bukhari - Sejenak, mari kita kembali ke zaman dahulu kala, kembali pada lembaran sejarah dunia yang dinodai oleh kekafiran seorang Fir’aun. Ya, diktator nomor 1 sepanjang sejarah manusia ini merupakan penguasa sebuah peradaban yang paling maju di dunia saat itu. Harta, tahta, dan dunia seakan keseluruhan adalah miliknya. Tapi memang dasar Fir’aun, ia yang tidak akan pernah merasa puas, Ia yang tak merasa cukup menjadi manusia saja, ia ingin menjadi lebih daripada itu, ia memiliki obsesi untuk melampaui batas-batas kemanusiaan. Ya, ia ingin menjadi TUHAN. “ Kemudian (Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ”” ( QS. An Naazi’at: 24 ) Dan dengan segala kekuasaan yang ia miliki, ia daulat dirinya sendiri sebagai Rabb semesta alam. Tangan besi Fir’aun yang telah merampas kehormatan ribuan atau mungkin jutaan manusia telah memaksa mereka untuk tunduk patuh secara mutlak kepada titahnya. E...