Langsung ke konten utama

Sabar Secara Keseluruhan



Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian…
       (QS Ali Imran: 200)
Ternyata di zaman sekarang, entah sudah berapa banyak orang yang memiliki anggapan salah terhadap sabar. Entah mengapa ini terjadi, tapi persepsi orang tentang sabar ternyata begitu banyak yang kurang tepat. Sepertinya, di mata kebanyakan masyarakat dan kaum muslimin saat ini, sabar seakan-akan adalah sebuah sikap yang lemah dan terlalu pasrah terhadap apa pun yang terjadi. Seakan-akan, sabar merupakan sikap cengeng yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang papa dan tidak berdaya.
            Padahal, definisi dan esensi sabar jauh lebih bernilai dan lebih bermakna daripada yang selama ini dipahami oleh banyak orang. Setidaknya, yang namanya sabar itu tidak hanya sekadar pasrah dan menerima apa adanya, tetapi tentu jauh lebih dalam dan lebih luas daripada itu.
            Sebenarnya, sabar itu ada 3 jenis:
            Yang pertama, sabar dalam ketaatan
            Jika kita melakukan suatu ketaatan, maka tentunya kita sudah seharusnya memiliki kesabaran di dalamnya. Apa maksudnya?
            Sesungguhnya, menjalankan suatu ketaatan dan kepatuhan kepada Allah bukanlah hal yang mudah, tetapi itu adalah hal yang begitu sulit.
            Kita membutuhkan kesabaran itu di dalam melakukan ketaatan. Kita membutuhkannya agar kita senantiasa konsisten dan istiqamah dalam ketaatan kita. Entah sudah berapa banyak orang di luar sana yang tidak mampu untuk menjalankan ketaatan lagi kepada Rabbnya. Mengapa hal itu terjadi? Karena mereka tidak memiliki modal kesabaran dalam menjalankan ketaatannya, hingga akhirnya ia tidak lagi bisa konsisten dengan apa yang telah diamalkan.
            Benar-benar sulit rasanya bertahan dan mempertahankan ketaqwaan dan ketaatan kita di jalan Allah. Karena sesungguhnya begitu banyak godaan-godaan yang senantiasa di bisikkan syaithan demi menyesatkan umat manusia.
            Maka dari itu, kita perlu untuk bersabar dan menahan diri agar kita tetap konsisten dan istiqamah dalam ketaqwaan kita.
            Yang kedua, sabar dalam menjauhi maksiat
            Menjauhi kemaksiatan tentunya bukanlah hal yang gampang. Memang jika kita hanya mendengar kalimat itu, mungkin tidak sesulit yang dibayangkan. Tapi sesungguhnya menjauhi kemaksiatan itu adalah benar-benar sebuah ujian yang berat. Lebih tepatnya ujian untuk sejauh mana kita bisa meninggalkan hal-hal yang bisa mengandung dan mengundang dosa.
            Meninggalkan kemaksiatan adalah hal yang sangat sulit, entah sudah berapa banyak orang yang gugur dan gagal dalam langkah pertaubatannya menuju yang haq dan menjauhi yang batil.
            Contoh mudahnya adalah menjaga mata. Semakin lama, godaan-godaan itu begitu banyak, hingga akhirnya kita tidak sulit untuk mencari orang yang mengumbar aurat dan syahwat mereka. Dan demi menghadapi berbagai godaan itu, kita butuh sabar dan bertahan. Agar langkah pertaubatan kita mampu mengantarkan kita hingga pintu-pintu surga.
            Yang ketiga, sabar dalam menghadapi musibah
            Makin lama, tidak jarang kita menemukan banyaknya kasus bunuh diri. Entah dengan berbagai alasan seperti depresi, ekonomi, masalah keluarga, tekanan pekerjaan, dll.
            Hal itu hanyalah contoh kecil dari dampak tidak dimilikinya kesabaran dalam menghadapi ujian, musibah, atau pun cobaan. Sesungguhnya, Allah telah berfirman:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar
(QS al-Baqarah: 155)
            Memang sebagai manusia, kita sewajarnya mengalami musibah demi menempa diri kita. Dan demi membuktikan akan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah.
           
 Sayangnya, banyak di antara manusia yang justru menjadi putus asa karena adanya musibah. Terlebih lagi berputus asa dari rahmat Allah. Padahal, masihkah kita ingat dengan kata-kata Nabi Ya’qub kepada anak-anaknya,

...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir
(QS Yusuf: 87)
Dan hal inilah yang betul-betul membutuhkan kesabaran, untuk mampu menahan dan meneguhkan diri di kala ujian menerjang. Dan dengan sabar, kita mampu berpikir lebih optimis. Karena sesungguhnya dengan kesabaran, musibah bisa kita lewati dengan indah. Dengan sabar, kita jadi bisa lebih berpikit positif dan optimis. Dan dengan sabar, insya Allah kita bisa melangkah ke arah yang lebih baik.
Wallahu a’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Double Cover Reveal & Pre-Order: John + Siena!

★ DOUBLE COVER REVEAL! ★ Fan-Favorites of Bethany-Kris’s are coming back! Pre-order  your copy of John + Siena: THE COMPLETE DUET or EXTENDED by Bethany-Kris to catch up with John & Siena one more time! ★ Cover Credits: John + Siena: The Complete Duet – London Miller, Author John + Siena: Extended – Mignon Mykel, Oh So Novel ★ Releasing: The Complete Duet: February 3 rd , 2020 Extended: February 10 th , 2020 ★ Bloggers: Sign up for the release events for John + Siena HERE ! Pre-order today!   The Complete Duet Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR Extended Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR ★ Genre: Romantic Suspense, Organized Crime, Erotic ★ • ✩ • ★ SYNOPSIS – The Complete Duet ★ • ✩ • ★ Fresh out of prison after serving a three-year sentence, Johnathan Marcello wants to get back to normal business as a mafia capo. The rules set out for him are clear—keep out of trouble, maintain a low profile, and stay stable. But a chance encounter with a woman from a r...

Muslim, Umat Terbaik di Dunia

Sejarah telah mencatat riwayat hidup orang-orang besar masa lalu yang merupakan pembesar dunia. Mereka mampu membangun peradaban yang hebat. Mereka berhasil membangun gedung-gedung tinggi yang mewah dan megah, taman-taman yang indah, dan harta kekayaan mereka melimpah ruah. Dalam sejarah dikenal peradaban Mesir kuno, Yunani kuno, Romawi, Persia, Babilonia, Sumeria, dan Mesopotamia. Namun sayang, sepanjang sejarah tidak ada peradaban yang paling berhasil atau paling baik dan banyak pengaruhnya bagi kemajuan dunia melainkan peradaban Islam.             Peradaban Islam yang pertama kali didirikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di kota Madinah ternyata berhasil mencetak generasi-generasi cemerlang. Ya, peradaban yang berawal dari suatu kota di Jazirah Arab ternyata berhasil mengubah seluruh dunia. Dengan kerja kerasnya dan dengan pertolongan Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhasil membangun sebuah peradaban...