Langsung ke konten utama

Berdasi dan Berjas Termasuk Tasyabbuh? (Fatwa Lajnah Daimah tentang Pakaian yang Berkembang di Masyarakat Dunia)

Kehidupan masyarakat muslim di zaman ini sepertinya semakin sulit. Kaum muslimin dikepung dengan berbagai syubhat dan masalah yang makin memojokkan Islam dan syariat-syariat Allah dan rasul-Nya. Diantaranya adalah masalah bertasyabbuh (menyerupai) kaum kafir. Baik dalam masalah kehidupan pribadi, rumah tangga, bahkan bernegara.
Dari masalah kehidupan, makanan, hingga pakaian kini menjadi sorotan ummat. Tentang munculnya trend dasi, jas, dll. Sementara itu kita sebagai umat Islam sudah seharusnya mengetahui, bagaimana pendapat para ulama mengenai hal ini.
Dan kali ini yang dibahas adalah masalah hukum berdasi, berjas, dan memakai celana pentalon. Simak uraian berikut, yaitu fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama dari Lajnah Daimah.

Tanya: Apa hukum memakai celana pantalon jika modelnya ketat sehingga melekat di badan atau jika modelnya longgar? Bagaimana jika celana pantalon tersebut meniru pakaian orang-orang barat dan bagaimana jika model celana pantalon tersebut modelnya berbeda dengan model celana pantalon buatan barat?
Apa hukum memakai jas?
Apa hukum memakai dasi dan pakaian-pakaian orang kafir yang lain?
Apa hukum memakai model-model pakaian di atas berubah ketika model pakaian di atas sudah menjadi kebiasaan kaum muslimin dengan pengertian umumnya kaum muslimin tidak menilai adanya unsur menyerupai orang kafir dalam model-model pakaian di atas?
Yang terakhir, apa saja model pakaian yang bisa dikenakan oleh seorang muslim di zaman ini? Apa hukum memakai model-model pakaian di atas?”
Jawab: Hukum asal pakaian adalah dibolehkan kecuali jenis pakaian yang dikecualikan oleh syariat secara mutlak semisal emas dan sutra untuk laki-laki kecuali pakaian sutra yang dipakai seorang laki-laki karena dia terkena penyakit kudis atau semisalnya.
Celana pantalon bukanlah pakaian khas orang kafir. Akan tetapi memakai celana pantalon yang ketat sehingga menggambarkan lekuk anggota badan bahkan bentuk kemaluan itu tidak diperbolehkan. Sedangkan memakai celana pantalon yang longgar itu diperbolehkan kecuali jika pemakai pemakai celana pantalon tersebut memiliki niatan untuk menyerupai orang-orang kafir yang memakainya.
Demikian pula hukum memakai jas dan dasi. Mengingat bahwa jenis pakaian tersebut bukan pakaian khas orang kafir maka hukum memakainya itu diperbolehkan kecuali jika orang yang memakainya memiliki niatan untuk menyerupai orang kafir.
Ringkasnya, hukum asal pakaian adalah diperbolehkan kecuali jenis pakaian yang dalil syariat melarangnya sebagaimana penjelasan di atas.
Fatwa ini ditandatangani oleh Abdul Aziz bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah dan Abdurrazaq Afifi selaku wakil ketua serta Abdullah bin Ghadayan dan Abdullah bin Qa’ud masing-masing sebagai anggota.
(Fatawa Lajnah Daimah)
Wallahu a’lam.
Source: Ustadzaris.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMA - You ask, Bethany Answers!

Hey, loves. It’s that time of the week again where you ask all your burning questions, and I try to answer them as best that I can. Sorry this is a little late today, we had a bad storm and lost power for a bit. Also note: there will be no AMA next week, it's Christmas. ;) Do you have a question for me? Great. Put it in HERE . Now, onto the questions for the week. * 1. Hi, Bethany.1st I like to tell you that I love your books. My question is, will there be a book for Valeria on what she went through with her past and future when she is taken with her daughter Maria. Thank you I can't wait for more future books from you. Kimberly Hey, there. And thank you for the kind words. Valeria is paired with Christopher Guzzi, which I think I have stated before – I know it’s listed on my fan page in the albums for the family trees, and it may even be on my website. But yes, you will get her story there. No, we will not see a lot of her past – parts of it, yes, and she will talk about it, b...

AMA - You Ask, Bethany Answers!

Hey, loves! It is that time of the week again where you ask your burning questions, and I do my best to answer them. You all seem to have such an influx of q’s every week for me, which I love. Do you have a question for me? Great. Drop it into the form HERE . Now, onto the questions for the week. *** Please note, the first 3 questions are from Fae. *hugs* 1. Hi :) I firstly just wanted to say that I absolutely love every single thing you have written. I feel like your books have changed my life. Anyway, I'm sorry if this has been asked before, but I couldn't find it, so I just wanted to know, why did you decide to write a book about Naz? Hi there, and thank you. I’m not sure if someone has told me that my books have changed their life before, but all my love to you. My readers make this job 10x better for me, even on the worst days of my career as an author, the readers have always made it better. Keeps me humble, believe that. But onto your question … I honestly didn’t intend...

Tidak Sebaik Musa, Tidak Sejahat Fir'aun

“ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai kelembutan dalam segala urusan ” - HR. Bukhari - Sejenak, mari kita kembali ke zaman dahulu kala, kembali pada lembaran sejarah dunia yang dinodai oleh kekafiran seorang Fir’aun. Ya, diktator nomor 1 sepanjang sejarah manusia ini merupakan penguasa sebuah peradaban yang paling maju di dunia saat itu. Harta, tahta, dan dunia seakan keseluruhan adalah miliknya. Tapi memang dasar Fir’aun, ia yang tidak akan pernah merasa puas, Ia yang tak merasa cukup menjadi manusia saja, ia ingin menjadi lebih daripada itu, ia memiliki obsesi untuk melampaui batas-batas kemanusiaan. Ya, ia ingin menjadi TUHAN. “ Kemudian (Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ”” ( QS. An Naazi’at: 24 ) Dan dengan segala kekuasaan yang ia miliki, ia daulat dirinya sendiri sebagai Rabb semesta alam. Tangan besi Fir’aun yang telah merampas kehormatan ribuan atau mungkin jutaan manusia telah memaksa mereka untuk tunduk patuh secara mutlak kepada titahnya. E...