Langsung ke konten utama

Intelektualitas


Di dalam hati setiap manusia, tentu memiliki perasaan yang menunjukkan bahwa ia adalah insan yang sempurna. Berbagai perasaan dalam dada itu merupakan karunia Allah yang telah menjadikan makhluk-Nya yang paling sempurna. Kita –qaddarallah- telah membangun berbagai peradaban yang jatuh bangun dalam sejarah manusia. Namun, bila dilihat semua sama. Setiap peradaban yang ada, setiap kekuasaan yang telah terbangun, memiliki satu poin penting: intelektualitas.
            Bagaimana kita berpikir, bagaimana kita bersikap, dan bagaimana kita berkelakuan. Semua menunjukkan siapa kita di hadapan dunia dan siapa kita di hadapan Rabb alam semesta.

            Bayangkan, bila hidup ini tanpa adanya sentuhan intelektualitas yang berdasar, tentu saja hanya akan menjadi peradaban yang tak akan lama.
            Apa maksudnya intelektualitas yang berdasar?
            Intelektualitas yang berdasar tidaklah hanya mengenai kemampuan akal logika manusia dalam mengolah berbagai hal. Tapi juga bagaimana mengkondisikan agar akal ini tidak dipakai sembarangan, akal ini tidak dipakai dengan seenaknya. Akal memanglah salah satu poin penambah agar manusia menjadi sempurna. Namun yang harus kita sadari, bahwa akal saja belum bisa memenuhi syarat untuk kita menjadi manusia seutuhnya, yang mampu membangun dunia ke arah yang lebih baik.
            Kita butuh penuntun akal kita agar akal menjadi sehat, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah.
            Mengapa harus Qur’an dan Sunnah?
            Karena sejarah telah membuktikan, bahwa Qur’an dan Sunnah adalah tuntunan hidup yang paling sempurna.
            Lihatlah dalam sejarah dunia, ketika Romawi dan Persia berlomba untuk membangun sebuah pusaran kekuatan abadi di dunia. Yang satu dari ajaran Ahlul Kitab dan yang satu lagi dari ajaran paganisme majusi. Keduanya bersaing, dan akhirnya memang mereka sempat muncul dari samudera sejarah sebagai salah satu kekuatan terbesar di dunia. Namun sayang, kapal besar itu karam ditelan peradaban. Kondisi mereka tidaklah bisa bersaing dengan perkembangan zaman, dan pegangan hidup mereka juga tak tentu arah. Mereka pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Namun ternyata tak lama.
            Berbeda dengan peradaban yang sumber pegangannya berasal dari Qur’an dan Sunnah. Berhasil bertahan melewati zaman dan mengalami masa-masa kejayaan. Dan kita lihat lagi, ketika peradaban yang mengatasnamakan kekhalifahan Islam itu sudah mulai jauh dari Qur’an dan Sunnah, maka kehancurannya pun tidak lagi jauh.
            Ketika orang-orang banyak beralih pada filsafat dan firqah-firqah sesat seperti Jahmiyah, Jabariyah, Mu’tazilah, dll. Ketika mereka menistakan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika nilai-nilai Islam dalam lingkungan mereka tidak lagi diamalkan dengan benar, maka peradaban besar, satu-satunya peradaban yang mampu melewati tantangan lebih dari satu milenium itu, akhirnya tenggelam.
            Dan kini, sudah saatnya kita beralih pada Qur’an dan Sunnah, agar akal yang ada pada kita ini, tidak kita pakai untuk bermaksiat kepada Allah dan melecehkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
            Wallahu musta’an.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMA - You ask, Bethany Answers!

Hey, loves. It’s that time of the week again where you ask all your burning questions, and I try to answer them as best that I can. Sorry this is a little late today, we had a bad storm and lost power for a bit. Also note: there will be no AMA next week, it's Christmas. ;) Do you have a question for me? Great. Put it in HERE . Now, onto the questions for the week. * 1. Hi, Bethany.1st I like to tell you that I love your books. My question is, will there be a book for Valeria on what she went through with her past and future when she is taken with her daughter Maria. Thank you I can't wait for more future books from you. Kimberly Hey, there. And thank you for the kind words. Valeria is paired with Christopher Guzzi, which I think I have stated before – I know it’s listed on my fan page in the albums for the family trees, and it may even be on my website. But yes, you will get her story there. No, we will not see a lot of her past – parts of it, yes, and she will talk about it, b...

AMA - You Ask, Bethany Answers!

Hey, loves! It is that time of the week again where you ask your burning questions, and I do my best to answer them. You all seem to have such an influx of q’s every week for me, which I love. Do you have a question for me? Great. Drop it into the form HERE . Now, onto the questions for the week. *** Please note, the first 3 questions are from Fae. *hugs* 1. Hi :) I firstly just wanted to say that I absolutely love every single thing you have written. I feel like your books have changed my life. Anyway, I'm sorry if this has been asked before, but I couldn't find it, so I just wanted to know, why did you decide to write a book about Naz? Hi there, and thank you. I’m not sure if someone has told me that my books have changed their life before, but all my love to you. My readers make this job 10x better for me, even on the worst days of my career as an author, the readers have always made it better. Keeps me humble, believe that. But onto your question … I honestly didn’t intend...

Tidak Sebaik Musa, Tidak Sejahat Fir'aun

“ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai kelembutan dalam segala urusan ” - HR. Bukhari - Sejenak, mari kita kembali ke zaman dahulu kala, kembali pada lembaran sejarah dunia yang dinodai oleh kekafiran seorang Fir’aun. Ya, diktator nomor 1 sepanjang sejarah manusia ini merupakan penguasa sebuah peradaban yang paling maju di dunia saat itu. Harta, tahta, dan dunia seakan keseluruhan adalah miliknya. Tapi memang dasar Fir’aun, ia yang tidak akan pernah merasa puas, Ia yang tak merasa cukup menjadi manusia saja, ia ingin menjadi lebih daripada itu, ia memiliki obsesi untuk melampaui batas-batas kemanusiaan. Ya, ia ingin menjadi TUHAN. “ Kemudian (Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ”” ( QS. An Naazi’at: 24 ) Dan dengan segala kekuasaan yang ia miliki, ia daulat dirinya sendiri sebagai Rabb semesta alam. Tangan besi Fir’aun yang telah merampas kehormatan ribuan atau mungkin jutaan manusia telah memaksa mereka untuk tunduk patuh secara mutlak kepada titahnya. E...