Langsung ke konten utama

Postingan

Antigalau

“ Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci .” ( HR. Tirmidzi dan Bukhari dalam Adabul Mufrad ) Sebagai manusia, kita sudah diciptakan dengan sempurna oleh Rabb kita dengan yang namanya fitrah. Entah itu fitrah untuk makan, tidur, lapar, dan yang lainnya. Fitrah ini sudah ditentukan kadarnya, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, karena jika tidak maka pasti akan ada yang namanya ketidakseimbangan, dan tentu tidak akan menjadi sempurna. Termasuk juga fitrah untuk mencintai dan dicintai. Rasa cinta yang ditanamkan Allah di dalam hati-hati manusia merupakan karunia besar bagi kita. Bagaimana tidak, jika bukan karena fitrah cinta ini, bagaimana jiwa kita bisa terpelihara? Bagaimana hati akan hidup bila cinta tidak mengalir dalam tubuh kita? Bagaimana hidup kita akan lurus jika tanpa cinta? Bagaimana pun, cinta adalah perasaan suci, yang Allah tanam agar kita menjadi sempurna. Namun seringkali perasaan suci...

Menyoal Salafi: Sebuah Catatan Opini, Pengalaman, dan Kritik

“ Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi. ” ( HR. Bukhari, Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, dan Tirmidzi ) Prolog Tulisan ini terinspirasi dari sebuah obrolan ringan penulis dengan teman-temannya mengenai pergerakan dan dinamika dunia Islam yang sedang terjadi saat ini. Obrolan-obrolan itu mengalir begitu saja membahas berbagai masalah keIslaman. Hingga akhirnya sampai kepada gerakan-gerakan dakwah. Kita, dalam hal ini kaum muslimin Indonesia, telah mengenal berbagai gerakan-gerakan dakwah seperti misalnya Hizbut Tahrir (HT), tarbiyah (yang juga diusung oleh salah satu partai politik di Indonesia), hingga yang namanya gerakan Salafi . Ketika bicara Salafi, teman-teman penulis mulai mengutarakan pendapatnya tentang gerakan ini. Tapi kebanyakan yang muncul adalah stigma negatif, seperti Salafi itu memonopoli masjid, mengeksklusifkan diri, keras, dan sebagainya. Intinya kebanyakan opini mereka hampir sama dengan opini umum publik terh...