Langsung ke konten utama

Jalan Dakwah dan Perubahan

Melawan kekuatan yang besar memang bukan perkara yang kecil. Melawan sebuah kekuasaan dan ketetapan yang kuat memang bukan jalan yang mudah dilalui. Melawan sebuah suatu sistem yang telah berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan berabad-abad dan telah mengakar dalam kehidupan memang bukan hal yang mudah.

Kekuatan, kekuasaan, dan kedigdayaan merupakan tiga hal yang sering membuat orang takut dan gentar jika dihadapi pilihan untuk merubahnya, melawannya, dan membaliknya. Tetapi ternyata, banyak manusia-manusia luar biasa yang pernah hidup di dunia ini berani dan berhasil menundukkan tiga hal itu dan merubahnya menjadi hal yang lebih baik.
Dan salah satunya adalah seorang pria. Dan sejarah pasti telah mengenal dan mengetahu seorang pria. Ya, pria itu adalah sosok pria yang gagah, tampan, tidak tinggi dan tidak pula pendek, rambutnya menjuntai hingga ke bahu. Barang siapa yang melihat wajahnya, maka seakan-akan dirinya sedang melihat rembulan yang bersinar di tengah-tengah langit malam. Ya, pria itu dikenal sebagai saudagar yang sukses. Nasabnya adalah nasab terbaik di antara kaumnya. Siapakah dia? Dialah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam.
Apa sebenarnya yang membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam menjadi terkenal dalam sejarah? Selain dikenal sebagai nabi dan rasul Allah yang paling terakhir, ternyata banyak lagi hal-hal yang harus kita teladani dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam. Apa sebenarnya yang membuat beliau menjadi manusia besar dalam sejarah peradaban manusia?
Ya, jawabannya adalah karena beliau telah berhasil mengubah dunia. Beliau telah berhasil melawan dan menumbangkan kedigdayaan dan kekuasaan yang dipegang oleh kaum kafir. Saat itu, nagara adidaya dan super power yang ada hanyalah dua negara. Yaitu Kekaisaran Romawi dan Kekisraan atau kerajaan Persia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam sebenarnya berhasil melawan dan menumbangkan kekuatan itu karena banyak hal. Dan salah satu hal yang terpenting adalah pengorbanan cinta dan totalitas beliau dan para sahabatnya dalam memegang teguh keIslaman mereka. Ya, mereka berhasil menjadi manusia ‘super’, mereka berhasil menjadi manusia luar biasa, dan mereka berhasil merobohkan kekuatan besar dan bahkan menggantinya dengan kekuatan dan kekuasaan baru karena keimanan mereka.
Pernahkah anda merenung, seberapa kuat dan teguhnya keimanan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam dalam menegakkan kebenaran? Pernahkah anda sadar, seberapa besar pengorbanan mereka dalam jihad fii sabilillah?
Mereka (para sahabat) adalah orang-orang yang tahu tentang kewajiban mereka. Kewajiban menyembah dan bertaqwa pada Allah, kewajiban berjihad, kewajiban untuk menolong agama Allah.
Mereka (para sahabat) adalah manusia-manusia yang mengerti apa yang harus mereka lakukan. Dan mereka telah menumbangkan kekuasaan dan menggulung kekuasaan dari kekaisaran Romawi dan Persia karena mereka telah menyambut dan menjawab seruan Allah,
“serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. an-Nahl: 125)
“dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, Yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padanya,” (Q.S. al-Kahfi: 27)
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam telah menyerahkan diri mereka pada Allah dan rasul-Nya. Dan mereka telah mewariskan kepada kita banyak hal. Mulai dari ghirah dan semangat jihad, suri teladan, dll.
Masih ingatkah kita saat perang Mu’tah? Saat di mana kekuatan yang baru muncul di Jazirah Arab yang masih didominasi oleh kejahiliahan berani menantang dan merongrong kekaisaran Romawi. Dan mengapa mereka rela melakukan itu? Karena mereka menjual diri mereka pada Allah dan mereka melakukan hal itu karena rasa cinta mereka pada Islam dan dakwah.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (Q.S. at-Taubah: 111)
Intinya, dengan keimanan, ketaqwaan, dan rasa cinta kita pada Allah merupakan salah satu hal yang kita harus miliki. Untuk merubah diri kita dan lingkungan kita untuk menjadi yang lebih baik.
Wallahu a’lam 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Sebaik Musa, Tidak Sejahat Fir'aun

“ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai kelembutan dalam segala urusan ” - HR. Bukhari - Sejenak, mari kita kembali ke zaman dahulu kala, kembali pada lembaran sejarah dunia yang dinodai oleh kekafiran seorang Fir’aun. Ya, diktator nomor 1 sepanjang sejarah manusia ini merupakan penguasa sebuah peradaban yang paling maju di dunia saat itu. Harta, tahta, dan dunia seakan keseluruhan adalah miliknya. Tapi memang dasar Fir’aun, ia yang tidak akan pernah merasa puas, Ia yang tak merasa cukup menjadi manusia saja, ia ingin menjadi lebih daripada itu, ia memiliki obsesi untuk melampaui batas-batas kemanusiaan. Ya, ia ingin menjadi TUHAN. “ Kemudian (Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ”” ( QS. An Naazi’at: 24 ) Dan dengan segala kekuasaan yang ia miliki, ia daulat dirinya sendiri sebagai Rabb semesta alam. Tangan besi Fir’aun yang telah merampas kehormatan ribuan atau mungkin jutaan manusia telah memaksa mereka untuk tunduk patuh secara mutlak kepada titahnya. E...

Kupas Tuntas: Adakah Bid'ah Hasanah?

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya” - HR. Ad Darimi , atsar Abdullah bin Mas’ud- Oleh: Ustadz Syariful Mahya Lubis, Lc.* Sejumlah jawaban direkayasa, sejumlah dalilpun dipaksakan, demi melegalkan bid’ah, dan demi memberanikan orang melakukannya. Pertanyaan tersebut terkait langsung dengan Islam, yang oleh karenanya membutuhkan jawaban yang merujuk kepada Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber kebenaran dalam Islam, jawaban-jawaban yang hanya bersifat logika, tidak akan dapat menguak kebenaran dalam permasalahan Islam. Sebab selogis apapun sebuah jawaban tetap saja ia spekulasi relatif, yang sudah pasti dapat dipatahkan dengan hal yang sama, lebih-lebih apabila jawaban-jawaban logis tadi kontaradiktif dengan dalil-dalil yang syar’i. Definisi Nabi ï·º bersabda, “ Siapapun yang melakukan amal yang tidak kami perintahkan , maka amal tersebut tertolak (tidak diterima)” ( HR. Bukhari dan Muslim , dari ‘Aisyah) . Beliau juga bersabda, “ Setiap (ibadah) y...

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...