Langsung ke konten utama

Kebanggaan Seorang Muslim

Sadarkah anda? Bahwa ternyata banyak kaum muslimin di dunia saat ini yang kurang PD dengan syariat-syariat agamanya sendiri. Ya, banyak di antara kaum muslimin saat ini ternyata mengekor atau menyerupai budaya dan tradisi jahiliah dari kaum kuffar dan musyrik. Banyak orang Islam yang ternyata identitas keIslaman mereka telah luntur ditelan oleh westernisasi. Saat ini, banyak kaum muslimin di seluruh dunia telah kehilangan jati dirinya sebagai muslim. Mereka mengikut dan mengekor pada budaya maksiat yang berasal dari tradisi orang-orang tak berilmu.

Salah satu contohnya adalah tradisi hari Valentine yang sudah jelas-jelas melanggar syariat Islam dan cenderung kepada perbuatan maksiat yaitu zina. Ada lagi tradisi hura-hura atau hedonisme ala Barat yang ternyata diikuti oleh kaum muslimin, terutama para remaja. Dan lagi, banyak di antara kita, kaum muslimin, terpedaya dengan gaya hidup yang glamour dan necis. Kaum wanitanya dengan bangga memamerkan dan mengumbar aurat di depan massa. Mereka dengan bangganya menyebut kemaksiatan itu sebagai gaya hidup masa kini, modernisasi, dan nama-nama yang manis lainnya. Padahal, dibalik nama-nama manis itu, isinya adalah tidak lebih dari sampah peradaban yang busuk.
Banyak di antara kita, kaum muslimin, yang bahkan mengekor pada kaum kuffar. Dan realitasnya lihatlah sekarang! Kaum mudanya senang berhura-hura, kaum wanitanya memakai baju yang nista, para pemimpinnya tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, para petinggi negara lebih memilih syariat (aturan) hasil karya manusia biasa dibandingkan syariat yang dibuat oleh Rabb alam semesta.
Ya, hal ini persis yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam 14 abad yang lalu.
“Sungguh kamu sekalian akan mengikuti sunah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka memasuk ke dalam sarang biawak kamu sekalian pun akan mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Beliau menjawab: Lalu siapa lagi selain mereka” (H.R. Muslim)
Padahal kita, kaum muslimin, telah memiliki identitas tersendiri, telah memiliki jati diri yang sejati. Mulai dari cara berpakaian hingga urusan pemerintahan telah diatur dan ini adalah identitas kita sebagai kaum muslimin. Allah telah mengatur dalam syariatNya segala hal tentang kehidupan kita. Kita memiliki cara berpakaian yang jauh lebih baik dan jauh lebih terhormat dibandingkan mereka (kaum kafir). Kita memiliki sistem social yang lebih tinggi derajatnya, kita memiliki peraturan dalam pemerintahan yang lebih sempurna dan lebih menyeluruh dari mereka. Lalu mengapa kita tidak melakukannya? Apakah kita telah malu mengamalkannya? Apakah kita malu untuk berbuat kebaikan dan syariat yang telah Allah turunkan dari langit ketujuh? Apakah kita sekarang tidak mempunyai rasa malu karena kita telah tertipu dengan mereka (kaum kafir) dengan dunia? Apakah kita lebih mementingkan syariat buatan manusia yang tak berdaya dibandingkan syariat Allah yang Maha Perkasa?
Tunjukkanlah! Bahwa kita sebagai kaum muslimin memiliki tradisi yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan tradisi jahiliah yang nista. Karena itu, kenapa kita tidak melakukannya?
Bahkan sekarang, realitas yang terjadi adalah sebaliknya. Di mana orang yang berusaha untuk menjalankan aturan Allah itu dipojokkan. Wanita yang menutup auratnya rapat-rapat disebut sebagai istri teroris. Lelaki yang celananya di atas mata kaki, berjanggut, berjubah, dan bersorban disebut sebagai ekstrimis. Syariat-syariat Islam yang ada di al-Qur’an dan sunnah disebut tidak relevan dengan kondisi sekarang.
Apakah hal tersebut benar? Sungguh! Tidak sama sekali!
Kita harus bangga dengan identitas dan syariat Islam kita. Karena itulah yang akan membawa kita kepada keIslaman.
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (Q.S. al-Jaatsiyah: 18)
Kita telah memiliki peraturan, syariat, dasar, dan pedoman yang datangnya langsung dari Allah. Jangan sampai kita mendahulukan hawa nafsu kita daripada Kitabullah. Jangan sampai hanya karena dunia, kita lalai dalam menjalankan perintahNya.
Namun sekarang, ternyata lebih banyak orang yang bertindak atas dasar dan dorongan dari hawa nafsunya sendiri. Mereka (sebagian kaum muslimin) yang mengaku ingin menjadi pribadi yang modern, glamour, tidak ketinggalan zaman, dan modis ternyata rela mendengarkan bisikan hawa nafsunya dibandingkan dengan seruan Allah dan rasulNya. Mereka ternyata lebih memilih mendurhakai syariat Allah daripada menolak syariat buatan kaum yang jahil (bodoh). Dan jika kita sampai mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka Allah telah jelaskan tentang kedudukan mereka di dalam al-Qur’an.
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Q.S.al-Ahzab: 36)
Jika kita telah melalaikan perintah Allah dan rasulNya, apakah kita masih layak disebut sebagai muslim yang baik? Jika kita mengesampingkan syariat Allah, masihkah kita dapat disebut sebagai muslim sejati? Jika kita tidak menjalankan syariat Allah, bahkan sebaliknya yaitu menyerupai kaum kafir, maka apakah masuk akal bahwa dirinya disebut sebagai pribadi yang memiliki jati diri seorang muslim? Tidak! Sesungguhnya tidak! Mereka itu disebut oleh Allah sebagai ‘orang yang sesat dalam kesesatannya yang nyata’. Na’udzubillahi min dzalik!
Wallahu a'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Double Cover Reveal & Pre-Order: John + Siena!

★ DOUBLE COVER REVEAL! ★ Fan-Favorites of Bethany-Kris’s are coming back! Pre-order  your copy of John + Siena: THE COMPLETE DUET or EXTENDED by Bethany-Kris to catch up with John & Siena one more time! ★ Cover Credits: John + Siena: The Complete Duet – London Miller, Author John + Siena: Extended – Mignon Mykel, Oh So Novel ★ Releasing: The Complete Duet: February 3 rd , 2020 Extended: February 10 th , 2020 ★ Bloggers: Sign up for the release events for John + Siena HERE ! Pre-order today!   The Complete Duet Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR Extended Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR ★ Genre: Romantic Suspense, Organized Crime, Erotic ★ • ✩ • ★ SYNOPSIS – The Complete Duet ★ • ✩ • ★ Fresh out of prison after serving a three-year sentence, Johnathan Marcello wants to get back to normal business as a mafia capo. The rules set out for him are clear—keep out of trouble, maintain a low profile, and stay stable. But a chance encounter with a woman from a r...

Muslim, Umat Terbaik di Dunia

Sejarah telah mencatat riwayat hidup orang-orang besar masa lalu yang merupakan pembesar dunia. Mereka mampu membangun peradaban yang hebat. Mereka berhasil membangun gedung-gedung tinggi yang mewah dan megah, taman-taman yang indah, dan harta kekayaan mereka melimpah ruah. Dalam sejarah dikenal peradaban Mesir kuno, Yunani kuno, Romawi, Persia, Babilonia, Sumeria, dan Mesopotamia. Namun sayang, sepanjang sejarah tidak ada peradaban yang paling berhasil atau paling baik dan banyak pengaruhnya bagi kemajuan dunia melainkan peradaban Islam.             Peradaban Islam yang pertama kali didirikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di kota Madinah ternyata berhasil mencetak generasi-generasi cemerlang. Ya, peradaban yang berawal dari suatu kota di Jazirah Arab ternyata berhasil mengubah seluruh dunia. Dengan kerja kerasnya dan dengan pertolongan Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhasil membangun sebuah peradaban...