Langsung ke konten utama

Kesempurnaan Islam

Islam adalah satu-satunya agama yang diterima oleh Allah. Islam bukanlah agama yang paling sempurna dan bukan pula agama yang paling benar. Tapi Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna dan satu-satunya agama yang benar. Ya, Islam merupakan ajaran yang sempurna. Tidak ada kesempurnaan dalam satu ajaran apa pun yang dapat menandingi kesempurnaan Islam.

            Sahabat…
            Sebagai seorang muslim, maka sudah seharusnya kita mengenal dan mengetahui syariat-syariat Islam. Sudah saatnya bagi kita untuk melaksanakan Islam itu secara keseluruhan dan tidak setengah-setengah.
            Tetapi memang menjadi pertanyaan bagi kita. Mengapa kita harus menjalani syariat Islam? Mengapa kita harus hidup berlandaskan syariat Islam?
            Sekarang, yang ingin saya tegaskan di sini adalah bahwa syariat Islam adalah peraturan-peraturan yang ada di dalam Islam. Dan mayoritas syariat Islam itu adalah berisi perintah dan larangan. Layaknya perintah untuk shalat, shaum, zakat, haji, jihad, dan lain-lain. Sementara itu ada pula larangan-larangan seperti larangan berzina, mencuri, dll. Atau bahkan, dalam Islam pun diatur masalah-masalah sepele yang tampaknya tak berarti, seperti adab ketika masuk kamar mandi, adab buang air, adab tidur, dll.
            Dan cobalah kita kembalikan hal-hal tersebut ke pertanyaan kita semula, yaitu mengapa kita harus hidup berlandaskan syariat Islam? Padahal jika dilihat sekilas maka syariat-syariat Islam tersebut membatasi kita dalam melakukan segala sesuatu. Bahkan beberapa orang di dunia ini ada yang mengatakan bahwa syariat Islam itu sudah ketinggalan zaman, kuno, hanya merupakan warisan kebudayaan Arab masa lalu (subhanallah. Allah maha suci dari segala tuduhan itu).
            Pernahkah anda renungkan apa sebenarnya hikmah dari semua itu? Ya, karena Islam adalah satu-satunya agama yang paling sempurna. Islam telah menyediakan pedoman hidup manusia agar tidak di luar kendali.
            Islam mewajibkan kita shalat agar diri kita disiplin, Islam menyuruh kita zakat agar taraf hidup dan kemakmuran meningkat, Islam menyuruh shaum agar diri kita mampu untuk menahan gejolak nafsu.
            Begitu pula larangan-larangan dalam Islam. Islam melarang kita mencuri agar kita tidak menderita, Islam melarang kita berbuat riba agar kita tidak mengalami kerugian, Islam melarang kita berzina agar nasab (garis keturunan) manusia tidak rusak.
            Atau bahkan aturan-aturan yang tampaknya ‘kecil’ namun sebenarnya memiliki hikmah yang besar. Islam mengatur segalanya agar manusia tidak keluar dari jalur yang telah ditentukan oleh Allah, Islam mengatur segala hal di dunia ini, dimulai dari perkara kecil seperti makan, tidur, buang air, dll, hingga ke perkara yang besar seperti pemerintahan. Ya, Islam mengatur segalanya agar hidup kita teratur dan tidak kacau balau.
            Ajaran Islam sesungguhnya telah sempurna. Hal ini harusnya kita sadari semenjak kita telah mengucapkan sumpah setia, “Asyhaduallaa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadurrasulullah”.
            Bahkan, orang Yahudi pun pernah bersaksi akan kesempurnaan Islam. Orang Yahudi itu berkata bahwa jika ada satu ayat dari al-Qur’an itu turun pada mereka di suatu hari, maka mereka akan menjadikan hari itu sebagai hari raya. Yang dimaksud di sini adalah ayat Allah yang berbunyi,
            “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu…” (Q.S. al-Maaidah: 3)
            Maka dari itu, yakinlah wahai saudaraku! Bahwa satu-satunya jalan yang benar adalah Islam! Karena jalan Islam adalah jalannya para nabi dan rasul. Islam adalah jalannya orang-orang yang beriman, dan Islam adalah jalannya orang-orang yang mulia.
            Mau bukti? Bacalah sirah rasul. Sebelum Islam didakwahkan, kondisi dunia saat itu sedang dalam kegelapan, tanpa cahaya dan pelita ilmu. Namun setelah Islam memancarkan cahayanya, maka kejahiliahan itu berubah menjadi kemuliaan. Kaum yang semula hina menjadi kaum yang beradab. Dan dunia berhasil diterangi oleh ilmu adalah tidak lepas dari kontribusi Islam yang mewajibkan setiap muslim menuntut ilmu. Dan Islam telah mewariskan kepada dunia yaitu ilmu dan pengetahuan.
            Maka, yakinlah! Bahwa sesungguhnya jalan Islam adalaj jalan kemuliaan dan jalan yang telah diridhai Allah.
            “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Q.S. Ali Imran: 19)
            Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kupas Tuntas Hukum Shalat Berjama'ah di Masjid

            Semenjak kecil, kita sudah tahu bahwa shalat berjama’ah di masjid adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat ditekankan oleh Islam melalui dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Banyak ummat Islam yang mengerjakan shalat berjama’ah karena ingin mendapatkan pahala dan semangat besar untuk beramal shalih. Memburu pahala dan menginginkan ridhaNya sekaligus mempererat tali ukhuwah Islamiya menjadi salah satu faktor terbesar untuk shalat berjama’ah di masjid Tetapi ternyata banyak yang masih belum tau bagaimana sebenarnya hukum dari shalat berjama’ah itu sendiri. Bagaimana sebenarnya para ulama menjelaskan mengenai hukum shalat berjama’ah di masjid, baik laki-laki maupun perempuan. Ustad A bilang itu wajib, kalau gak jama’ah di masjid gak sah shalatnya, Kiai B bilang itu sunnah saja. Jadi, mana yang benar?             Khilaf di Antara Para Ulama   ...

Kupas Tuntas: Adakah Bid'ah Hasanah?

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya” - HR. Ad Darimi , atsar Abdullah bin Mas’ud- Oleh: Ustadz Syariful Mahya Lubis, Lc.* Sejumlah jawaban direkayasa, sejumlah dalilpun dipaksakan, demi melegalkan bid’ah, dan demi memberanikan orang melakukannya. Pertanyaan tersebut terkait langsung dengan Islam, yang oleh karenanya membutuhkan jawaban yang merujuk kepada Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber kebenaran dalam Islam, jawaban-jawaban yang hanya bersifat logika, tidak akan dapat menguak kebenaran dalam permasalahan Islam. Sebab selogis apapun sebuah jawaban tetap saja ia spekulasi relatif, yang sudah pasti dapat dipatahkan dengan hal yang sama, lebih-lebih apabila jawaban-jawaban logis tadi kontaradiktif dengan dalil-dalil yang syar’i. Definisi Nabi ï·º bersabda, “ Siapapun yang melakukan amal yang tidak kami perintahkan , maka amal tersebut tertolak (tidak diterima)” ( HR. Bukhari dan Muslim , dari ‘Aisyah) . Beliau juga bersabda, “ Setiap (ibadah) y...

Lebaran Ikut Siapa?

Permasalahan ini sering muncul dari berbagai pihak ketika menghadapi hari Arofah. Ketika para jama’ah haji sudah wukuf tanggal 9 Dzulhijah di Saudi Arabia, padahal di Indonesia masih tanggal 8 Dzulhijah, mana yang harus diikuti dalam puasa Arofah? Apakah ikut waktu jama’ah haji wukuf atau ikut penanggalan Hijriyah di negeri ini sehingga puasa Arofah tidak bertepatan dengan wukuf di Arofah? Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin pernah diajukan pertanyaan: Kami khususnya dalam puasa Ramadhan mubarok dan puasa hari Arofah, di antara saudara-saudara kami di sini terpecah menjadi tiga pendapat. Pendapat pertama : kami berpuasa bersama Saudi Arabia dan juga berhari Raya bersama Saudi Arabia. Pendapat kedua : kami berpuasa bersama negeri kami tinggal dan juga berhari raya bersama negeri kami.    Pendapat ketiga : kami berpuasa Ramadhan bersama negeri kami tinggal, namun untuk puasa Arofah kami mengikuti Saudi Arabia. Kami mengharapkan jawaban yang memuaskan mengenai puasa bulan Ram...