Langsung ke konten utama

Siapakah Orang Terkaya?


Suatu hari saya, ibu, dan kedua adik saya sedang menonton TV di ruang tengah di rumah tercinta –baiti jannati, home sweet home-. Lalu petualangan kami mencari stasiun TV pun berhenti sejenak ketika melihat liputan salah satu channel TV tentang upacara pernikahan salah satu artis terkenal dengan putera salah satu pengusaha terbesar di Indonesia. Dari layar TV itu kami melihat pernikahan itu begitu megahnya dan kami dengar dari TV itu bahwa pernikahan itu menghabiskan biaya hingga ratusan milyar. Dan hal ini mengundang komentar dari anggota keluarga saya,
Adik 1: “Wuih....wah....”
Adik 2: “(tidak beda jauh dengan adik 1, karena tidak begitu memperhatikan TV dan sibuk dengan mainannya)”
Saya: “Ckckck...”
Ibu saya: “hm, hm, hm...”
            Lalu, tiba-tiba adik saya yang pertama bertanya pada Ibu saya,
Adik 1: “Ma, emang siapa sih orang paling terkaya di Indonesia?”
            Pertanyaan itu tidak langsung dijawab dan akhirnya menimbulkan rentang waktu yang menyempatkan saya untuk berpikir. Dan dalam pikiran luar biasa saya yang ada hanya:
  1. Aburizal Bakrie

  2. Budi Sampoerna

  3. (salah seorang pengusaha Cina, sekarang pun saya lupa namanya)

  4. Gayus Tambunan (karena saat itu kasusnya memang sedang hot)

Lalu saya pun tidak melontarkan jawaban-jawaban tersebut kepada adik saya. Melainkan saya hanya bercanda kepada adik saya,
“Siapa aja boleh...”
Lalu adik saya pun merespon,
“Ih, yang bener! Serius! Siapa yang paling kaya?”
Dan akhirnya, Ibu saya pun menjawabnya,
“Orang yang bersyukur adalah orang yang bersyukur atas apa yang dimilikinya,”
Seketika itu, saya pun mulai merenung. Ya, sudahkah kita bersyukur dan menjadi orang yang panda bersyukur?
Apa gunanya harta yang berlimpah, rumah yang megah, dan kekayaan yang tumpah ruah tetapi ternyata pemiliknya tidak merasa cukup dengan apa yang ada pada dirinya? Karena sesungguhnya, orang yang pandai bersyukur itu telah merasa cukup dengan apa yang ada padanya, tidak tamak, dan tahu apa yang ada pada dirinya merupakan pemberian Allah subhanahu wata’ala.
Ya, syukur adalah salah satu cara untuk menjadi manusia yang sukses dunia dan akhirat. Yaitu sabar dan syukur. Dengan sabar, dirinya mmpu menghadapi segala musibah dan ujian yang menerpa. Dan dengan syukur dirinya mampu mengendalikan dirinya tatkala mendapat kenikmatan. Namun sebenarnya, ternyata yang sesungguhnya paling sulit dari dua hal itu adalah syukur. Mengapa? Karena jika sabar kita masih sadar dan tahu akan ujian musibah itu. Namun jika syukur, kita sering lupa segala ujian kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita.
Kita sudah sering lupa saat-saat kenikmatan itu. Kita sering terlupa akan banyaknya nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Kita sering lupa bahwa dalam kehidupan sekitar kita begitu banyak karunia yang telah Allah berikan. Kita sering melupakan hal itu karena rutinitas kita, karena kita sering melewatkan kenikmatan itu begitu saja, dan kita ternyata sering menganggap bahwa hal-hal itu biasa saja dalam kehidupan kita.
Pernahkah anda bersyukur karena ternyata mata anda masih bisa terbuka untuk melihat dunia? Pernahkah anda bersyukur karena telinga anda masih bisa mendengar/ pernahkah anda bersyukur bahwa ternyata tangan anda masih bisa bekerja? Pernahkah anda bersyukur karena kaki anda masih mampu untuk berjalan di atas muka bumi ini?
Masih banyak hal-hal di dunia ini yang anda belum syukuri karena anda masih belum menyadari, bahwa sesungguhnya keadaan anda di dunia ini masih sangat baik dan masih lebih baik dari orang lain di ujung dunia sana atau mungkin di sekitar anda. Anda masih mampu melakukan aktifitas anda seperti biasanya, namun pernahkah anda mensyukurinya?
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (Q.S. al-A’raaf: 10)
Sesungguhnya syukur ini juga tidak cukup dengan mengucapkan “alhamdulillah” saja. Tetapi sesungguhnya makna rasa syukur atas karunia Allah itu jauh lebih dalam dari itu. Syukur yang sebenar-benarnya syukur adalah ketaatan anda kepada Allah, kepatuhan anda menjalankan perintah Allah, dan perbuatan baik anda di jalan Allah. Hal-hal itulah yang sesungguhnya disebut sebagai wujud rasa syukur di hadapan Allah! Bohong jika anda bersyukur hanya dengan mengucapkan hamdalah saja. Bohong jika anda bersyukur hanya dengan kata-kata manis namun tanpa tindakan yang riil sebagai wujud rasa syukur anda kepada Allah!
Dan dalam hal ini, Allah sudah berkali-kali menegur kita tentang masalah syukur ini. Sampai-sampai Allah dalam surah ar-Rahman di al-Qur’an berkali-kali menanyakan sikap kita,
“Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi-kah yang kamu dustakan?” (Q.S. ar-Rahman: 13)
Dan ayat ini, diulang-ulang hingga 19 kali! Hal ini benar-benar menekankan sikap kita yang ternyata sering lalai dan lupa bersyukur kepada Allah.
Maka dari itu, sudah saatnya kita lebih bersyukur kepada Allah. Dan sudah saatnya pula kita lebih membuka mata untuk menyadari segala kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S. Ibrahim: 7)
Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Double Cover Reveal & Pre-Order: John + Siena!

★ DOUBLE COVER REVEAL! ★ Fan-Favorites of Bethany-Kris’s are coming back! Pre-order  your copy of John + Siena: THE COMPLETE DUET or EXTENDED by Bethany-Kris to catch up with John & Siena one more time! ★ Cover Credits: John + Siena: The Complete Duet – London Miller, Author John + Siena: Extended – Mignon Mykel, Oh So Novel ★ Releasing: The Complete Duet: February 3 rd , 2020 Extended: February 10 th , 2020 ★ Bloggers: Sign up for the release events for John + Siena HERE ! Pre-order today!   The Complete Duet Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR Extended Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR ★ Genre: Romantic Suspense, Organized Crime, Erotic ★ • ✩ • ★ SYNOPSIS – The Complete Duet ★ • ✩ • ★ Fresh out of prison after serving a three-year sentence, Johnathan Marcello wants to get back to normal business as a mafia capo. The rules set out for him are clear—keep out of trouble, maintain a low profile, and stay stable. But a chance encounter with a woman from a r...

Muslim, Umat Terbaik di Dunia

Sejarah telah mencatat riwayat hidup orang-orang besar masa lalu yang merupakan pembesar dunia. Mereka mampu membangun peradaban yang hebat. Mereka berhasil membangun gedung-gedung tinggi yang mewah dan megah, taman-taman yang indah, dan harta kekayaan mereka melimpah ruah. Dalam sejarah dikenal peradaban Mesir kuno, Yunani kuno, Romawi, Persia, Babilonia, Sumeria, dan Mesopotamia. Namun sayang, sepanjang sejarah tidak ada peradaban yang paling berhasil atau paling baik dan banyak pengaruhnya bagi kemajuan dunia melainkan peradaban Islam.             Peradaban Islam yang pertama kali didirikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di kota Madinah ternyata berhasil mencetak generasi-generasi cemerlang. Ya, peradaban yang berawal dari suatu kota di Jazirah Arab ternyata berhasil mengubah seluruh dunia. Dengan kerja kerasnya dan dengan pertolongan Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhasil membangun sebuah peradaban...