Langsung ke konten utama

Menjadi Pemikir Penggerak Perubahan

Menjadi pemikir? 
Mungkin profesi itu adalah profesi yang hanya cocok untuk orang-orang yang rajin membawa dan membaca buku-buku tebal karangan orang-orang besar dari zaman dahulu. Mungkin bila menjadi pemikir, kita akan banyak bersinggungan dengan karya-karya Aristoteles, Plato, Einstein, Faraday, atau orang-orang yang rumit pikirannya. Apakah orang-orang yang berpikir seperti itu adalah seorang pemikir yang mampu menjadi roda penggerak kebangkitan? Apakah pemikir-pemikir seperti itu adalah pemikir yang mampu menjadi lokomotif penggerak perubahan? Tentu saja, tetapi perubahan apa saja yang mampu dihasilkan dari seorang pemikir?

            Pemikir Filosofis, Pemikir Berbau Filsafat
            Sebenarnya, mendengar kata filsafat maka pemikiran kita akan tertuju pada sosok-sosok seperti Aristoteles dan banyak filsuf Yunani lainnya. Mungkin jika ditanya opini orang, maka pendapat kebanyakan adalah mereka adalah pemikir yang seakan-akan membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit. Atau memperumit sesuatu yang simple. Tapi sebenarnya, seperti apakah perubahan yang mampu mereka hasilkan?
            Jika kita teliti, maka sebenarnya mereka adalah pemikir-pemikir yang pemikirannya rumit. Kebanyakan pemikiran mereka berasal dari pertimbangan akalnya sendiri. Dan yang fatal, standar kebenaran dari suatu pemikiran yang mereka hasilkan adalah akal mereka sendiri! Mereka banyak menggunakan akal mereka hingga akhirnya berujung pada penuhanan akal. Tetapi, perubahan yang mereka bawa ternyata sangatlah besar. Mereka menjadi trendsetter dikalangan para pemikir di masa mereka bahkan hingga saat ini. Namun, ternyata efek yang mereka hasilkan adalah chaos, kekacauan. Mengapa? Karena pemikiran yang mereka bawa terlalu banyak yang bertentangan dengan fakta dan kebenaran. Jadi kesimpulannya, pemiki sejenis ini mungkin dicap gagal.
            Pemikir Teoritis, Banyak Berteori Sedikit Beraksi
            Sebenarnya, pemikir seperti ini memang sangat mirip dengan tipe filsuf. Tetapi ini merupakan tipe pemikir yang terlalu banyak berteori namun sedikit yang mampu menghasilkan efek dan perubahan. Tetapi sebenarnya pemikir seperti ini cenderung menghasilkan prototipe pemikiran maju yang muncul setelahnya. Memang pemikiran ini bagus, namun pemikiran seperti ini akan menghasilkan perubahan yang cenderung jangka waktunya lama. Jadi, mau tidak mau pemikir seperti ini mungkin dicap nyaris berhasil.
            Pemikir Liberal, Berpikir Tanpa Dasar Kebenaran
            Pemikir seperti ini juga lahir dari induk yang sama, filsafat. Teori yang dibawa oleh pemikir seperti ini sepertinya manis seperti gula. Namun dibaliknya ada racun yang lebih mematikan daripada bisa ular. Pemikir seperti ini relatif rasional. Saking rasionalnya mereka menuhankan akal dan kebebasan. Namun hasilnya apa?
            Pada awalnya memang terasa manis, hidup dalam persamaan, kebebasan, dan keleluasaan. Namun, hal ini juga pada akhirnya melahirkan suatu konflik lain, yaitu konflik akan kebebasan antar individu. Dan akhirnya? Sama seperti induknya, yaitu chaos, kekacauan.
            Pemikir Fundamentalis, Pemikir Penghasil Ekstrimis
            Pemikir seperti ini sebenarnya memiliki satu hal yang tidak dimiliki pemikir liberal, yaitu suatu standar dalam kehidupan, suatu batasan dalam hidup dan bermasyarakat. Namun pemikir seperti ini adalah pemikir yang benar-benar menerapkan standar itu secara radikal. Hingga akhirnya, terciptalah generasi yang kaku dengan adanya perubahan. Karena memang, seiring waktu berputar, maka perubahan pun terus saja bergulir. Dan orang-orang yang radikal ini sepertinya tidak akan mampu bertahan lama. Mereka mungkin akan terasing dan terkucilkan. Perubahan yang dibawa adalah perubahan yang statis. Namun, jika pemikir seperti ini berhasil memegang suatu kekuasaan, maka akan terjadi perubahan yang besar-besar dan terkesan eksplosif. Di satu sisi memang pemikiran seperti ini benar. Namun di sisi lain menjadikan orang-orang menghadapi dunia dan perubahan zaman ini dengan kaku.
            Lantas, Pemikir Apakah yang Merupakan Pemikir Ideal?
            Saya punya satu jawaban, yaitu pemikir rabbani.
Berpikir cepat, rasional, masuk akal, kreatif dan solutif merupakan cara berpikir orang-orang yang mampu menjadi pilar-pilar perubahan dan kebangkitan. Dan cara berpikir seperti ini, telah dipraktekkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya dalam melakukan perubahan dan kebangkitan Islam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki pemikiran yang cemerlang. Beliau senantiasa berpikir solutif, cepat, dan rasional. Standar dan dasar pemikiran ini bertumpu pada sumber kebenaran yang hakiki, yaitu al-Qur’an dan syariat Islam.
Dan pemikir seperti ini juga pemikir yang fleksibel dan tidak kaku. Pemikir seperti ini mampu mengatasi tantangan zaman dengan adanya perubahan yang signifikan dalam kehidupan umat manusia. Memang banyak perubahan, namun pemikir rabbani mampu menghasilkan pemikiran dan perubahan yang mampu mengiringi perkembangan zaman. Namun, tetap saja memiliki tumpuan, yaitu Qur’an dan Sunnah.
Mungkin pemikir seperti ini terkadang dikatakan sebagai pemikir radikal. Padahal, sebenarnya pemikir seperti ini adalah orang-orang yang bila ada kebenaran, maka kebenaran itulah yang selalu dipegangnya hingga akhir hayat!
Mungkin pemikir seperti ini juga ada yang menyebutkannya sebagai pemikir yang selalu bertindak filosofis (bertafakur). Padahal memang, dalam berpikir kita harus suka merenung. Karena dengan merenung, kita menjadi lebih bisa berpikir dengan luas dan lebih membuka mata kita pada lingkungan.
Dan tentunya, pemikir seperti ini mampu menghasilkan perubahan yang signifikan ke arah yang lebih baik. Dan orang-orang yang memiliki cara berpikir seperti ini, mampu menjadi roda kebangkitan.
Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Double Cover Reveal & Pre-Order: John + Siena!

★ DOUBLE COVER REVEAL! ★ Fan-Favorites of Bethany-Kris’s are coming back! Pre-order  your copy of John + Siena: THE COMPLETE DUET or EXTENDED by Bethany-Kris to catch up with John & Siena one more time! ★ Cover Credits: John + Siena: The Complete Duet – London Miller, Author John + Siena: Extended – Mignon Mykel, Oh So Novel ★ Releasing: The Complete Duet: February 3 rd , 2020 Extended: February 10 th , 2020 ★ Bloggers: Sign up for the release events for John + Siena HERE ! Pre-order today!   The Complete Duet Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR Extended Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR ★ Genre: Romantic Suspense, Organized Crime, Erotic ★ • ✩ • ★ SYNOPSIS – The Complete Duet ★ • ✩ • ★ Fresh out of prison after serving a three-year sentence, Johnathan Marcello wants to get back to normal business as a mafia capo. The rules set out for him are clear—keep out of trouble, maintain a low profile, and stay stable. But a chance encounter with a woman from a r...

Muslim, Umat Terbaik di Dunia

Sejarah telah mencatat riwayat hidup orang-orang besar masa lalu yang merupakan pembesar dunia. Mereka mampu membangun peradaban yang hebat. Mereka berhasil membangun gedung-gedung tinggi yang mewah dan megah, taman-taman yang indah, dan harta kekayaan mereka melimpah ruah. Dalam sejarah dikenal peradaban Mesir kuno, Yunani kuno, Romawi, Persia, Babilonia, Sumeria, dan Mesopotamia. Namun sayang, sepanjang sejarah tidak ada peradaban yang paling berhasil atau paling baik dan banyak pengaruhnya bagi kemajuan dunia melainkan peradaban Islam.             Peradaban Islam yang pertama kali didirikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di kota Madinah ternyata berhasil mencetak generasi-generasi cemerlang. Ya, peradaban yang berawal dari suatu kota di Jazirah Arab ternyata berhasil mengubah seluruh dunia. Dengan kerja kerasnya dan dengan pertolongan Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhasil membangun sebuah peradaban...