Langsung ke konten utama

Today is a New Day


Suatu hari ketika matahari terbit hari itu memanggil-manggil “Aku hari baru, terhadap amalmu menjadi saksi, maka manfaatkanlah aku, aku tidak akan kembali sampai hari kiamat
-Hasan Bashri-

            Pernah nonton Chicken Little? Ya, film yang mengisahkan tentang kehidupan seekor anak ayam yang serba berkekurangan, sempat menghebohkan kotanya karena menganggap langit jatuh. Sempat membuat ayahnya malu dengan tingkah ‘gila’nya di depan penduduk kota. Di sekolah pun dia tergolong unpopular. Dari segi fisik, maka poinnya minus. Kerdil, berkacamata, lemah, dan hanya berbobot kurang dari 3 kg. Yah, bisa disebut sebagai pecundang sejati.
            Tetapi, ada satu hal yang membuat tokoh ini tampak begitu brilian. Mengapa? Ya, karena dia memiliki semangat, semangat juang yang tinggi, semangat seorang pejuang sejati. Dia memiliki moto hidup yang bisa membuat orang terkagum, “today is a new day”, hari ini adalah hari yang baru.
            Ya, dengan semangat ini, dirinya berhasil membuktikan bahwa dirinya bukanlah seorang pecundang, melainkan pejuang. Dirinya berhasil mengangkat nama baiknya sekaligus ayahnya dalam pertandingan baseball di kotanya. Sebuah gelar prestisius bagi orang banyak.
            Dan kita, kaum muslimin, sudah saatnya mengambil pelajaran dari sekilas kisah di atas. Apa itu?
            Tentu saja, siapapun anda di masa lalu, jangan biarkan bayangan dari masa lampau itu menghantui anda. Jangan pernah anda berhenti hanya karena latar belakang anda yang terbelakang. Tidak jadi soal ketika anda dulunya adalah seorang pendosa. Tapi yang penting, langkah anda saat ini, perbuatan anda sekarang, tingkah laku anda detik ini juga.
            Seorang Umar bin Khattab menjadi seorang amirul mukminin, pemimpin orang-orang yang beriman. Tidak peduli bagaimana kelamnya masa lalu Umar. Seorang Umar, yang pernah menyembah berhala dari kurma –riwayat lain menyebutkan roti- dan akhirnya memakannya karena kelaparan. Seorang Umar, yang pernah menampar adiknya hingga jatuh tersungkur. Seorang Umar, yang pernah menghunuskan pedangnya demi berniat membunuh nabi. Pada akhirnya, beliau bangkit dari keterpurukkan. Dan dengan kesungguhannya –Qaddarallah-, beliau menjadi salah satu orang yang paling bertaqwa dari umat ini! Tidak ada yang ambil pusing bagaimana kelakuan Umar sebelumnya. Tetapi yang dilihat adalah perbuatannya yang dilakukannya, saat itu juga.
            Atau ingatkah dengan kisah si pembunuh 100 orang? Yang akhirnya masuk surga hanya karena sebuah niat di hatinya: berubah, berubah menuju kebaikan, saat itu juga.
            Begitu pula kisah pelacur yang masuk surga setelah memberikan minuman kepada anjing yang kehausan. Dan itu menunjukkan, bahwa sekecil apa pun niat kebaikan anda, dan ketika anda melakukannya, maka langkah perubahan anda saat itu juga tidak akan pernah sia-sia.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya
QS az-Zalzalah: 7

            Ya, sesungguhnya rahmat Allah begitu luas, dan pintu ampunanNya begitu lebar. Bahkan kepada orang non-muslim yang berhijrah dari keburukan kepada kebaikan saja Allah tetap mengasihi mereka.

...Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu...
QS al-Anfaal: 38

Karena itu, tunggu apa lagi? Segeralah melangkah ke arah yang lebih baik, sekecil apapun langkah itu. Dan lakukan saat itu juga! Jangan sekali-kali dibayang-bayangi oleh masa lalu yang telah menjadi sejarah yang tidak akan pernah terulang. Jadikan saat ini juga sebagai lembaran baru hidup anda. Jangan dihantui oleh lembaran-lembaran kusam yang telah terjadi di masa lalu. Jalanilah hidup anda, dan hidup anda tidak akan pernah mengalami siaran ulang. Hidup anda adalah siaran langsung dari pementasan drama kehidupan. Karena itu, mulailah langkah kebaikan itu saat ini, sekarang juga. Karena hidup anda itu siaran langsung, life is live. Today is a new day!
Wallahu a’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Sebaik Musa, Tidak Sejahat Fir'aun

“ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai kelembutan dalam segala urusan ” - HR. Bukhari - Sejenak, mari kita kembali ke zaman dahulu kala, kembali pada lembaran sejarah dunia yang dinodai oleh kekafiran seorang Fir’aun. Ya, diktator nomor 1 sepanjang sejarah manusia ini merupakan penguasa sebuah peradaban yang paling maju di dunia saat itu. Harta, tahta, dan dunia seakan keseluruhan adalah miliknya. Tapi memang dasar Fir’aun, ia yang tidak akan pernah merasa puas, Ia yang tak merasa cukup menjadi manusia saja, ia ingin menjadi lebih daripada itu, ia memiliki obsesi untuk melampaui batas-batas kemanusiaan. Ya, ia ingin menjadi TUHAN. “ Kemudian (Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi ”” ( QS. An Naazi’at: 24 ) Dan dengan segala kekuasaan yang ia miliki, ia daulat dirinya sendiri sebagai Rabb semesta alam. Tangan besi Fir’aun yang telah merampas kehormatan ribuan atau mungkin jutaan manusia telah memaksa mereka untuk tunduk patuh secara mutlak kepada titahnya. E...

Kupas Tuntas: Adakah Bid'ah Hasanah?

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya” - HR. Ad Darimi , atsar Abdullah bin Mas’ud- Oleh: Ustadz Syariful Mahya Lubis, Lc.* Sejumlah jawaban direkayasa, sejumlah dalilpun dipaksakan, demi melegalkan bid’ah, dan demi memberanikan orang melakukannya. Pertanyaan tersebut terkait langsung dengan Islam, yang oleh karenanya membutuhkan jawaban yang merujuk kepada Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber kebenaran dalam Islam, jawaban-jawaban yang hanya bersifat logika, tidak akan dapat menguak kebenaran dalam permasalahan Islam. Sebab selogis apapun sebuah jawaban tetap saja ia spekulasi relatif, yang sudah pasti dapat dipatahkan dengan hal yang sama, lebih-lebih apabila jawaban-jawaban logis tadi kontaradiktif dengan dalil-dalil yang syar’i. Definisi Nabi ﷺ bersabda, “ Siapapun yang melakukan amal yang tidak kami perintahkan , maka amal tersebut tertolak (tidak diterima)” ( HR. Bukhari dan Muslim , dari ‘Aisyah) . Beliau juga bersabda, “ Setiap (ibadah) y...

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...