Langsung ke konten utama

Cinta dan Nikmatnya Dunia


            Sebenarnya, mengapa banyak orang merasa nikmat ketika sedang jatuh cinta? Bahkan entah sudah berapa banyak lagu dan lirik picisan yang dibuat untuk menggambarkan indahnya percintaan itu. Cinta saat ini sudah banyak dipuja, terutama oleh kawula muda.
            Namun, rupanya keindahan cinta yang mereka lihat itu hanya sedikit yang mampu menjabarkan keindahan cinta tersebut. Keindahan yang mereka gambarkan hanyalah keindahan semu yang hampir disuguhkan di tiap roman picisan. Sebenarnya, apa esensi dari keindahan cinta tersebut? Dan bagaimana mewujudkan keindahan cinta itu dalam kenyataan hidup yang kita lalui?
            Ibnul Qayyim al-Jauziyah, salah seorang ulama yang juga ‘dokter hati’ punya penjelasan yang sangat baik tentang indahnya cinta dalam hati manusia. Hal ini dimuat dalam salah satu kitabnya yang termasyhur, ad-Daa’ wa ad-Dawaa’.
            Seharusnya, ada dua hal yang harus diperhatikan oleh setiap insan yang berakal. Yaitu sempurnanya kelezatan, kegembiraan, kesenangan, kenikmatan hati, dan keceriaan itu mengikuti dua perkara,
            Yang pertama, kesempurnaan dan keindahan dzat yang dicintai, yakni kecintaan kepadanya lebih diutamakan dibandingkan terhadap selainnya.
            Ini namanya awal mula cinta. Cinta itu akan tumbuh dihati seseorang apabila keindahan itu ada pada yang dicintainya.
            Hal ini tentu sudah banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Di mana banyak manusia terlena oleh keindahan lawan jenisnya. Menjadikan hatinya tertambat terus mengikuti tiap langkah sang pujaan hati.
            Hal inilah yang membuat cinta itu indah namun semu. Karena memang, keindahan wajah atau bentuk tubuh lawan jenisnya bisa jadi membutakan matanya akan keindahan lain yang seharusnya ia lihat dan ia syukuri.
            Yang kedua, Kesempurnaan cinta kepadanya, berupaya keras mencintainya, dan mengutamakan kedekatan dengannya di atas segala sesuatu.
            Ini namanya totalitas cinta. Di mana kita benar-benar merealisasikan benuk rasa cinta kita kepada yang dicintai. Rasa cinta ini akan terus menyita banyak waktu dan menguras banyak tenaga. Demi sebuah penilaian di mata yang dicinta.
            Hal ini tentu dipandang indah oleh orang yang sedang kasmaran, menumbuhkan adanya romantisme berbalut dilema demi cinta. Tapi sayang, entah sudah berapa banyak orang yang tersesat lantaran hal ini.
            Cinta dan Kelezatan Dunia
            Cinta dipandang sebagai pelezat dan penyedap dunia. Dan hal itu memang tidak bisa dipungkiri. Karena memang, dunia tanpa cinta itu bagaikan sayur tanpa garam: hampa.
            Namun, tahukah anda bahwa sesungguhnya kelezatan dunia itu dibagi tiga. Kelezatan dunia itu antara lain:
            Yang pertama, kelezatan yang terbesar dan paling sempurna, yaitu sesuatu yang mengantarkan kepada kelezatan akhirat, karena manusia mendapatkan pahala seutuhnya atas kelezatan tersebut.
            Kelezatan dunia yang diraih karena totalitas cinta dan berujung pada kelezatan akhirat. Mungkinkah hal itu terjadi?
            Tentu saja! Bahkan generasi salafusshalih telah mencontohkannya kepada kita. Karena mereka adalah print-out dan bentuk nyata rasa cinta yang membuat dunia indah dan bermuara pada kenikmatan akhirat.
            Masihkah kita ingat tentang bagaimana cinta menyatukan kaum muhajirin dan anshar? Menyatukan para pendatang dan para penolong? Menyatukan antara kaum Aus dan Khazraj? Dan mereka akhirnya hidup saling melengkapi satu sama lain. Mewujudkan sebuah harmoni yang indah tentang kehidupan.
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) mencintai orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung
(QS al-Hasyr: 9)
            Yang kedua, kelezatan yang menghalangi kelezatan akhirat dan menyebabkan kepedihan yang jauh lebih besar daripada kelezatan tersebut.
            Hal ini adalah kelezatan yang semu dan tiada artinya. Hanya kelezatan sesaat yang mengundang kepedihan di akhirat. Merekalah yang mencintai ‘berhala-berhala’ dan tidak mencintai Allah. Mereka tidak mencintai kebenaran yang datang dari Rabbnya dan mereka lebih mencintai kenikmatan sesaat yang menipu mereka di dunia.
Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami." Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)." Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.
(QS Al-An’aam: 128-129)
            Pada hakikatnya, kelezatan tersebut hanyalah istidraj (tipu daya) yang agar nantinya mereka merasakan kepedihan yang paling dahsyat.
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.
(QS Al-A’raaf: 182-183)
            Yahya bin al-Mutsanna (riwayat Abusy-syaikh dalam ad-Durrul Mantsuur) menafsirkan bahwa “setiap kali mereka melakukan dosa, maka Kami memberikan kenikmatan pada mereka”.
            Cinta itu memang indah, namun hati-hati terhadap buah cinta itu sendiri. Bisa jadi buah itu manis, atau mungkin menjadi sangat pahit.
            Cinta yang semu, yang ujungnya tidak jelas, memang di awal terlihat manis. Merayu dan menggoda banyak hati manusia untuk turut menikmatinya. Namun sayang, hal inilah yang justru sangat berbahaya. Tidakkah kita ingat fenomena perzinahan di zaman, di mana setiap pelakunya ingin merasakan ‘manisnya’ cinta mereka. Tapi apa yang mereka dapat? Sebuah kehinaan yang nyata.
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
(QS Al-An’aam: 44-45)
            Yang ketiga, kelezatan yang tidak menyebabkan kepedihan atau kelezatan di negeri abadi, juga tidak menghalangi kelezatan akhirat meskipun menghalangi kesempurnaannya.
            Inilah yang isebut kelezatan yang mubah namun tidak menolong untuk mendapatkan kelezatan akhirat. Waktu kelezatan ini amat sedikit hingga jiwa tersibukkan oleh perkara lain yang lebih baik serta lebih bermanfaat.
            Hal ini seperti sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,
Setiap permainan yang dimainkan oleh seorang lelaki adalah kebathilan, kecuali melepaskan anak panahnya dengan busur, melatih kudanya, dan mencandai isterinya. Semua itu termasuk kebenaran
(Hadits Shahih, ditakhrij dalam Juz Ittiba’ as-Sunan karya adh-Dhiya’ al-Maqdisi)
            Wallahu a’lam
            -Disarikan dari kitab ad-Daa’ wa ad-Dawaa’ dalam Bab Al-‘Isyq (mabuk asmara) karya Ibnul Qayyim al-Jauziyah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Double Cover Reveal & Pre-Order: John + Siena!

★ DOUBLE COVER REVEAL! ★ Fan-Favorites of Bethany-Kris’s are coming back! Pre-order  your copy of John + Siena: THE COMPLETE DUET or EXTENDED by Bethany-Kris to catch up with John & Siena one more time! ★ Cover Credits: John + Siena: The Complete Duet – London Miller, Author John + Siena: Extended – Mignon Mykel, Oh So Novel ★ Releasing: The Complete Duet: February 3 rd , 2020 Extended: February 10 th , 2020 ★ Bloggers: Sign up for the release events for John + Siena HERE ! Pre-order today!   The Complete Duet Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR Extended Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR ★ Genre: Romantic Suspense, Organized Crime, Erotic ★ • ✩ • ★ SYNOPSIS – The Complete Duet ★ • ✩ • ★ Fresh out of prison after serving a three-year sentence, Johnathan Marcello wants to get back to normal business as a mafia capo. The rules set out for him are clear—keep out of trouble, maintain a low profile, and stay stable. But a chance encounter with a woman from a r...

AMA - You ask, Bethany Answers!

Hey, loves. It’s that time of the week again where you ask all your burning questions, and I try to answer them as best that I can. Sorry this is a little late today, we had a bad storm and lost power for a bit. Also note: there will be no AMA next week, it's Christmas. ;) Do you have a question for me? Great. Put it in HERE . Now, onto the questions for the week. * 1. Hi, Bethany.1st I like to tell you that I love your books. My question is, will there be a book for Valeria on what she went through with her past and future when she is taken with her daughter Maria. Thank you I can't wait for more future books from you. Kimberly Hey, there. And thank you for the kind words. Valeria is paired with Christopher Guzzi, which I think I have stated before – I know it’s listed on my fan page in the albums for the family trees, and it may even be on my website. But yes, you will get her story there. No, we will not see a lot of her past – parts of it, yes, and she will talk about it, b...