Langsung ke konten utama

Macam-macam Cinta

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
-Hamka-
Cinta? Mau membicarakan tentang apa? Kisah cinta sinetron? Kisah cinta romantis dan dramatis? Atau happy ending? Tenang, cinta itu sangatlah luas. Sementara itu, bila cinta hanya dibatasi dengan cinta yang sering kita temui dalam roman picisan, maka hal itu tentu saja sebuah kesalahan yang besar. Karena dengan itu berarti cinta itu adalah ibadah kepada hawa nafsu. Na’udzubillahi min dzalik! 
            Pembatasan mengenai cinta itu benar-benar sebuah kesalahan fatal. Karena itu berarti bahwa pandangannya sempit dan hanya dari satu sisi. Bisa dari sisi sinetron, sisi roman picisan, atau sisi puteri Disney. Pernahkah kita berpikir bagaimana melihat cinta itu dari seluruh sisi sehingga kita bisa memahaminya secara sempurna? Karena pemahaman kebanyakan orang mengenai cinta di zaman sekarang begitu dangkal. Lalu, apa solusinya?
            Dalam salah satu kitabnya yang terkenal, ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, Ibnul Qayyim al-Jauziyah telah mengklasifikasikan 5 macam cinta yang bersemi di hati manusia. 5 macam cinta yang mampu membangun kepribadian menjadi lebih baik atau bahkan menjatuhkan kepribadian itu kepada hal yang nista. 5 macam cinta itu adalah,
            Yang pertama, Mahabbatullah (cinta kepada Allah)
            Hal ini saja belum cukup untuk menyelamatkan seseorang dari adzab Allah dan memperoleh amal kebaikan serta pahala dariNya. Sebab, kaum musyrikin, kaum Nasrani, Yahudi, dan selain mereka adalah juga mencintai Allah.
            Hal ini menunjukkan kita satu hal, bahwa jika hanya sekedar berlandaskan cinta dan keikhlasan namun melupakan aspek ittiba’ kepada suri tauladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka hal itu adalah percuma dan sia-sia. Karena jika tidak berittiba’ maka tentunya tidak memiliki pedoman dalam beribadah dan keseharian sebagai seorang muslim.
            Yang kedua, Mahabbatu maa yuhibbullah (mencintai perkara yang dicintai Allah)
            Cinta yang seperti inilah yang mampu memasukkan pelakunya ke dalam Islam dan mengeluarkan pelakunya dari kekufuran. Karena jika kita mengaku seorang muslim, maka sudah seharusnya kita juga turut mencintai apa yang dicintai Allah. Seperti misalnya shalat, shaum, zakat, dll.
            Dan apabila kita justru seseorang membencinya, maka sungguh! Ia telah keluar dari Islam dan masuk kepada kekufuran. Sejarah telah membuktikan ketika saat-saat pasca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau di awal masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq, banyak diantara kaum muslimin yang menolak untuk membayar zakat. Sehingga pada akhirnya Abu Bakar memutuskan untuk menumpas mereka karena mereka telah keluar dari Islam.
            Hal inilah yang sudah sering terjadi di masyarakat kita masa kini. Mereka mengaku Islam, namun mereka dengan mudahnya meninggalkan perkara-perkara yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam contohkan dalam kepribadian beliau yang agung (bahkan syariat Islam sendiri dihujat). Padahal, sudah jelas bahwa hal-hal yang telah mereka tinggalkan adalah sesuatu yang dicintai Allah. Seseorang yang telah mengaku cinta tidak mungkin dengan seenaknya meninggalkan perkara yang ia cintai, bukan? Karena itu, jika kita mengaku seorang muslim, maka cintailah apa yang dicintai Allah!
            Yang ketiga, Al-Hubb lillah wa fillah (mencintai karena Allah dan dalam ketaatan kepadaNya)
            Hal ini merupakan syarat dari mencintai perkara yang dicintaiNya. Sungguh! Mencintai sesuatu sesuatu yang dicintai tidak akan tegak, melainkan dengan mencintai Allah dan dalam ketaatan kepadanya.
            Kita sering mendengar bahwa yang namanya cinta itu adalah sementara dan singkat. Padahal, cinta itu sendiri bisa bertahan bila kita memiliki pondasi yang kuat. Pondasi itu bernama aqidah. Cinta tidak akan bertahan lama bila cinta itu hanya berlandaskan nafsu semata. Namun cinta karena Allah dan dalam ketaatan kepadaNya, maka insya Allah akan terus bertahan.
            Sering kita dengar cekcok antara suami istri, adik dengan kakak, seorang muslim dengan muslim yang lain. Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa mereka belum terikat dalam satu ikatan cinta yang dulu telah mengikat kaum Aus dan Khazraj serta kaum muhajirin dan kaum anshar. Ikatan cinta para salafusshalih benar-benar kuat. Tidak bisa dibayangkan bagaimana besarnya cinta para sahabat pada Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam. Mereka rela menjadi perisai hidup demi membela sang kekasih tercinta. Bahkan Muawiyah yang dulu ketika ia masih musyrik sempat berkata di tengah-tengah eksekusi Zaid bin ad-Datsinah (dalam riwayat lain Khubaib bin Adi, wallahu a’lam),
Belum pernah aku melihat seseorang mencintai sahabatnya demikian rupa seperti sahabat-sahabat Muhammad mencintai Muhammad
            Mengapa bisa demikian? Karena mereka mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena Allah, dan mereka benar-benar dalam ketaatan yang sulit dibayangkan. Loyalitas mereka kepada Islam tidak perlu lagi dipertanyakan. Karena itu, kisah cinta mereka merupakan sebuah kisah legendaris yang harum namanya sepanjang zaman.
            Yang keempat, Al-Mahabbatu ma’allah (mencintai selain Allah bersama Allah)
            Ini adalah kecintaan yang syirik. Barang siapa yang mencintai sesuatu bersama Allah bukan karena Allah, bukan sebagai sarana kepadaNya, dan bukan dalam ketaatan kepadaNya, maka dia telah menjadikan sesuatu tersebut sebagai tandingan bagi Allah. Seperti inilah kecintaan kaum musyrikin. Dan memang, cinta ini adalah kesyirikan! Bahwa mereka telah berani menyetarakan Allah dengan dzat yang lain. Mereka menganggap bahwa dzat yang mereka yakini lebih mendatangkan maslahat dan manfaat pada dirinya dan orang lain. Padahal justru sebaliknya, mereka telah mengundang adzab Allah!
            Contoh nyata dalam masyarakat kita adalah sesajen kepada ‘penunggu’ agar mereka dilindungi dari mara bahaya. Sungguh, ini adalah sebuah kesyirikan yang nyata!
            Dalam kasus lain, mereka membuat hal-hal yang baru untuk dicintai secara berlebih-lebihan sehingga menyebabkan kultus. Yang dengan kultus itu ia akan menutup mata pada kebenaran dari orang lain dan kesalahan dari apa yang ia kultuskan. Semoga Allah melindungi kita dari cinta yang semacam ini.
            Yang kelima, cinta yang sejalan dengan tabiat.
            Bentuknya adalah kecenderungan seseorang terhadap perkara yang sesuai dengan tabiatnya, seperti seorang yang haus mencintai air, yang lapar mencintai makanan, seseorang mencintai isteri dan anaknya, dll. Kecintaan ini sebenarnya tidaklah tercela, kecuali jika tabiat cinta tersebut melalaikan dari mengingat Allah dan yang menyibukkan hamba dari mencintaiNya serta taat kepadaNya.
            Sebagaimana yang telah Allah firmankan,
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.
(QS Al-Munafiquun: 9)
...yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
(QS An-Nuur: 37)
            Wallahu a’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Double Cover Reveal & Pre-Order: John + Siena!

★ DOUBLE COVER REVEAL! ★ Fan-Favorites of Bethany-Kris’s are coming back! Pre-order  your copy of John + Siena: THE COMPLETE DUET or EXTENDED by Bethany-Kris to catch up with John & Siena one more time! ★ Cover Credits: John + Siena: The Complete Duet – London Miller, Author John + Siena: Extended – Mignon Mykel, Oh So Novel ★ Releasing: The Complete Duet: February 3 rd , 2020 Extended: February 10 th , 2020 ★ Bloggers: Sign up for the release events for John + Siena HERE ! Pre-order today!   The Complete Duet Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR Extended Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR ★ Genre: Romantic Suspense, Organized Crime, Erotic ★ • ✩ • ★ SYNOPSIS – The Complete Duet ★ • ✩ • ★ Fresh out of prison after serving a three-year sentence, Johnathan Marcello wants to get back to normal business as a mafia capo. The rules set out for him are clear—keep out of trouble, maintain a low profile, and stay stable. But a chance encounter with a woman from a r...

AMA - You ask, Bethany Answers!

Hey, loves. It’s that time of the week again where you ask all your burning questions, and I try to answer them as best that I can. Sorry this is a little late today, we had a bad storm and lost power for a bit. Also note: there will be no AMA next week, it's Christmas. ;) Do you have a question for me? Great. Put it in HERE . Now, onto the questions for the week. * 1. Hi, Bethany.1st I like to tell you that I love your books. My question is, will there be a book for Valeria on what she went through with her past and future when she is taken with her daughter Maria. Thank you I can't wait for more future books from you. Kimberly Hey, there. And thank you for the kind words. Valeria is paired with Christopher Guzzi, which I think I have stated before – I know it’s listed on my fan page in the albums for the family trees, and it may even be on my website. But yes, you will get her story there. No, we will not see a lot of her past – parts of it, yes, and she will talk about it, b...