Langsung ke konten utama

Membangun Identitas Peradaban

Bukankah sebagai seorang muslim, maka kita harus memiliki sebuah identitas? Layaknya seorang pelajar yang tengah menghadapi ujian nasional. Apabila ia tidak memiliki tanda pengenal, kartu peserta, atau suatu hal yang menunjukkan identitasnya, maka apa yang terjadi? Bisa jadi pelajar itu tidak bisa mengikuti ujian nasional, minimal akan dipersulit.
            Begitu pula dengan kita, kaum muslimin. Sesungguhnya kita hidup di dunia ini adalah ujian. Dan apabila kita hidup tanpa suatu tujuan yang jelas, tanpa sebuah identitas yang menunjukkan “siapa kita, siapa mereka” di mata Allah dan di hadapan seluruh makhluk, maka apakah kita akan meraih sebuah hasil yang memuaskan? Hasil dari perjuangan, ibadah, dan kerja keras kita di dunia seumur hidup kita. Maka apakah kita mau nanti menjadi orang yang merugi? Na’udzubillah min dzalik.
            Sesungguhnya kita adalah ummat yang beradab, berhasil membangun sebuah peradaban terbesar yang pernah dikenal oleh sejarah. Tentunya, kita memiliki cara hidup sendiri bukan?
            Kita punya tanda pengenal, dan tanda pengenal kita adalah akhlak dan adab. Seorang yang dari lahirnya saja sudah berkelakuan buruk, maka itulah identitasnya. Sebagai orang yang tidak mendatangkan manfaat bagi orang lain. Lain lagi dengan seseorang yang memiliki perangai yang lemah lembut, ramah, dan bersahaja. Maka bukankah ia telah menjadi seorang insan yang baik? Yang telah mendatangkan manfaat bagi orang lain.
Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia
(HR Thabrani dan Daruquthni, dishahihkan oleh Al-Albani)
          Don’t Judge a Book by It’s Cover?
            Sering kita mendengar pernyataan itu. Benarkah demikian? Sebenarnya, perbuatan kita, kelakuan kita, akhlak, adab, dan perangai kita yang tampak lahirnya adalah cerminan diri kita dari dalam.
            Akhlak Tercermin dari Sikap Refleks
          Sadar atau tidak, sebenarnya akhlak itu tercermin dari reaksi refleksnya terhadap sesuatu. Seseorang bisa saja tampak baik dalam keadaan biasa, tetapi ketika dihadapkan kepada salah satu hal yang mampu membuat ia refleks, maka sikap refleks itulah yang benar-benar ada pada bagian terdalam dirinya.
            Sebagai contoh, seseorang terlihat baik ketika di jalan. Tetapi ketika tiba-tiba ia ditusuk duri (atau apa pun yang menyebabkan ia gerak refleks), maka terdengarlah umpatan-umpatan dari mulutnya. Hal itu tentu merupakan pelajaran. Bahwa kita harus tetap menjadikan akhlak kita terjaga. Jangan sampai dirasuki oleh gelapnya akal.
            Beradablah!
            Seperti yang telah diuraikan, bahwa adab dan akhlak adalah identitas kita yang sebenarnya sebagai seorang muslim. Namun, di zaman sekarang rupanya adab itu telah banyak dilupakan.
            Pantaslah bila disebut bahwa zaman sekarang adalah zaman yang biadab (zaman tanpa adab). Nilai-nilai peradaban yang luhur ditinggalkan, pakaian yang bernama rasa malu itu telah ditanggalkan dan manusia telah banyak mengenakan pakaian hedonisme, sebuah sampah peradaban.
            Dalam sejarah sebenarnya telah jalas. Peradaban mana yang menang. Peradaban berakhlak mulia atau peradaban tanpa malu. Penaklukkan Iraq, Mesir, dan Palestina di zaman Umar, penaklukkan Pulau Siprus di zaman Utsman bin Affan, hingga jatuhnya Konstantinopel di tangan Muhammad al-Fatih. Telah membuktikan pada kita bagaimana peradaban yang berlandaskan akhlakul karimah, yang terikat dalam satu aqidah, yang bersatu dalam kuatnya ukhuwah, berhasil menumbangkan kebudayaan dan peradaban yang dibangun tanpa akhlak, yang berlandaskan akal, dan yang hidup dalam kenistaan.
            Peradaban dengan akhlak itu telah berhasil mewujudkan dunia yang maju pesat. Bertengger di puncak kekuasaan selama 13 abad.
            Namun, peradaban yang kuat itu akhirnya runtuh. Akibat banyaknya penyelewengan dan banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh masyarakat dan pejabatnya.
            Di akhir masa Utsmaniyah berkuasa, negara saat itu tengah kolaps. Dengan berbagai korupsi merajalela. Menjadikan negara itu sebagai “Sickman of Europe”. Selain itu, perdagangan terlarang merajalela. Impor serta penyelundupan rokok dan miras marak terjadi. Hingga membuat generasi muda Turki bejat moralnya. Dan akhirnya apa? Utsmani dirongrong oleh gerakan Turki muda, dan benar-benar runtuh karena aksi Mustafa Kemal Attaturk yang terkenal dengan akhlaknya yang jelek.
            Padahal beberapa abad sebelumnya, peradaban itu maju pesat. Didukung oleh generasi emas yang memiliki adab, akhlak, dan tingkah laku yang luar biasa baiknya. Generasi mudanya seperti Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan Zaid bin Tsabit. Generasi tuanya sebijak Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Bukankah mereka adalah pembesar dunia dan akhirat? Yang memiliki akhlak yang begitu mempesona, hingga dunia pun bertekuk di hadapan mereka.
            Kesimpulannya, jadilah generasi beradab, karena dari adab itulah sebuah peradaban bermula.
            Wallahu a’lam.   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Double Cover Reveal & Pre-Order: John + Siena!

★ DOUBLE COVER REVEAL! ★ Fan-Favorites of Bethany-Kris’s are coming back! Pre-order  your copy of John + Siena: THE COMPLETE DUET or EXTENDED by Bethany-Kris to catch up with John & Siena one more time! ★ Cover Credits: John + Siena: The Complete Duet – London Miller, Author John + Siena: Extended – Mignon Mykel, Oh So Novel ★ Releasing: The Complete Duet: February 3 rd , 2020 Extended: February 10 th , 2020 ★ Bloggers: Sign up for the release events for John + Siena HERE ! Pre-order today!   The Complete Duet Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR Extended Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR ★ Genre: Romantic Suspense, Organized Crime, Erotic ★ • ✩ • ★ SYNOPSIS – The Complete Duet ★ • ✩ • ★ Fresh out of prison after serving a three-year sentence, Johnathan Marcello wants to get back to normal business as a mafia capo. The rules set out for him are clear—keep out of trouble, maintain a low profile, and stay stable. But a chance encounter with a woman from a r...

AMA - You ask, Bethany Answers!

Hey, loves. It’s that time of the week again where you ask all your burning questions, and I try to answer them as best that I can. Sorry this is a little late today, we had a bad storm and lost power for a bit. Also note: there will be no AMA next week, it's Christmas. ;) Do you have a question for me? Great. Put it in HERE . Now, onto the questions for the week. * 1. Hi, Bethany.1st I like to tell you that I love your books. My question is, will there be a book for Valeria on what she went through with her past and future when she is taken with her daughter Maria. Thank you I can't wait for more future books from you. Kimberly Hey, there. And thank you for the kind words. Valeria is paired with Christopher Guzzi, which I think I have stated before – I know it’s listed on my fan page in the albums for the family trees, and it may even be on my website. But yes, you will get her story there. No, we will not see a lot of her past – parts of it, yes, and she will talk about it, b...