Langsung ke konten utama

Tolok Ukur Menyerupai Kaum Kafir (Bertasyabbuh)

Tolok ukur atau pengertian menyerupai orang kafir adalah melakukan suatu perbuatan yang hanya dilakukan oleh orang kafir bukan karena motivasi kemanusiaan.
Oleh karena itu perbuatan yang dilakukan oleh orang kafir dan non kafir maka melakukan perbuatan tersebut tidaklah dinilai sebagai perbuatan menyerupai orang kafir.
Termasuk perbuatan yang tidak hanya dilakukan oleh orang kafir – dalam pandangan saya- adalah memakai celana panjang atau yang di zaman ini disebut dengan pantalon bagi kaum laki-laki asalkan bukan pantalon yang ketat dan ngepress. Memakai pantalon itu bukan termasuk perbuatan menyerupai orang kafir karena pakaian jenis ini bukanlah ciri khas orang kafir. Bahkan sejak masa silam pakaian jenis ini dipakai oleh orang kafir dan bukan orang kafir. Di masa silam orang-orang Arab menyebut pakaian jenis ini dengan sebutan sarawil.

Dalam definisi di atas disebutkan bahwa menyerupai orang kafir adalah melakukan perbuatan yang hanya dilakukan oleh orang kafir, bukan karena motivasi kemanusiaan. Artinya jika orang kafir melakukan suatu perbuatan karena motivasi kemanusiaan maka tidak mengapa jika kita tiru. Contohnya adalah naik mobil. Mobil itu ditemukan oleh orang-orang kafir dan mereka menaikinya karena motivasi ‘kebutuhan manusia untuk menaikinya’. Oleh karena itu, kita boleh mengimpor mobil buatan orang kafir lalu kita naiki. Hal ini dilakukan karena motivasi kemanusiaan dan tidak termasuk ke dalam permasalahan menyerupai orang kafir.
Sedangkan perbuatan yang hanya dilakukan oleh orang kafir bukan karena motivasi kemanusiaan semisal pakaian khas orang kafir yang dicontohkan oleh para ulama dengan topi orang-orang Yahudi. Memakai topi jenis ini adalah perbuatan menyerupai orang kafir.
Dalam pandangan saya pribadi termasuk dalam kategori menyerupai orang kafir adalah memakai dasi. Dasi itu termasuk pakaian khas orang kafir. Memakai dasi hanya dilakukan oleh orang-orang kafir.
Pernah kubaca dalam sebuah literatur yang membahas sejarah orang kafir sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa dasi itu pengganti salib. Dulu orang Nasranu meletakkan salib dari kayu atau semisalnya dalam ukuran besar di leher mereka. Ketika mereka semakin modern dan merasa berat jika harus kemana-mana membawa salib maka mereka memakai dasi. Yaitu sebuah bentuk bunga yang berukuran panjang kemudian ada tali yang terjulur dari atas ke bawah. Dasi model ini lalu mereka kembangkan menjadi bentuk dasi saat ini. Syarat dasi menurut mereka adalah harus memiliki tonjolan di sisi kanan dan kiri dan ada kain panjang terjulur yang berada di tengah-tengah tonjolan tersebut. Ini adalah pengganti salib menurut orang Nasrani.
Maka secara pribadi aku berpandangan bahwa kaum muslimin tidak boleh memakai dasi
           (Syaikh Dr Sulaiman bin Salimillah ar Ruhaili)
Keterangan di atas beliau sampaikan ketika mengajar dan menjelaskan kitab al Ushul al Tsaltsah di Masjid Nabawi pada saat musim haji 1429 H/1430 H.
Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari penjelasan di atas:
1. Pengertian yang bagus tentang menyerupai orang kafir.
2. Menurut Syeikh Sulaiman ar Ruhaili memakai pantalon yang tidak ketat itu tidaklah dinilai sebagai perbuatan menyerupai orang kafir karena pantalon tidak tergolong pakaian khas orang kafir.
3. Dalam pandangan orang-orang arab pantalon itu sama dengan sarawil atau celana panjang. Sehingga sangat tidak tepat orang yang membedakan pantalon dan sarawil dengan mengatakan bahwa sarawil itu celana longgar yang menggunakan kolor atau semisalnya. Sedangkan celana panjang selain itu termasuk dalam kategori pantalon. Orang yang memiliki pandangan semacam ini harus memiliki dalil berupa keterangan pakar bahasa arab atau penjelasan berdasarkan ‘urf orang Arab.
4. Syeikh Sulaiman berpandangan bahwa memakai dasi adalah suatu hal yang terlarang mengingat sejarah asal muasal dasi. Artinya jika asal muasal dasi adalah tidak sebagaimana yang beliau katakan maka memakai dasi itu tidak dinilai menyerupai orang kafir. Sejarah dasi sebagaimana yang beliau sampaikan itu perlu ditelaah dan dikaji ulang.
Sementara itu, fatwa Lajnah Daimah mengenai hukum berdasi bisa dilihat di sini.
Wallahu a'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulia Sebagai Seorang Muslim

“Ketahuilah, kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita” -Umar bin Khattab, Lihat dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah - Umar bin Khaththab namanya. Ia adalah orang yang telah meruntuhkan Kerajaan Kisra Persia dan juga telah menghapus hegemoni Kaisar Romawi –dengan izin Allah-. Ia seorang penguasa Islam dengan kesahajaannya yang memukau. Ya, Ia yang dengan tenang tidur di bawah pohon kurma di Kota Madinah sementara penguasa lain tidur di atas kemewahan, ia yang memakai pakaian tenun sederhana sementara penguasa lain memakai pakaian bertahtakan permata.  Dan kini, Ia sedang berjalan menuju Syam dalam rangka penyerahan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dalam perjalanan itu ia sempat melewati sebuah sungai. tidak disangka, ia langsung turun, mengalungkan sepatunya, dan menuntun sendiri untanya! Ketika penguasa lain yang telah merasa tinggi deng...

Double Cover Reveal & Pre-Order: John + Siena!

★ DOUBLE COVER REVEAL! ★ Fan-Favorites of Bethany-Kris’s are coming back! Pre-order  your copy of John + Siena: THE COMPLETE DUET or EXTENDED by Bethany-Kris to catch up with John & Siena one more time! ★ Cover Credits: John + Siena: The Complete Duet – London Miller, Author John + Siena: Extended – Mignon Mykel, Oh So Novel ★ Releasing: The Complete Duet: February 3 rd , 2020 Extended: February 10 th , 2020 ★ Bloggers: Sign up for the release events for John + Siena HERE ! Pre-order today!   The Complete Duet Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR Extended Pre-Order: ★ Amazon ★ Add to Goodreads TBR ★ Genre: Romantic Suspense, Organized Crime, Erotic ★ • ✩ • ★ SYNOPSIS – The Complete Duet ★ • ✩ • ★ Fresh out of prison after serving a three-year sentence, Johnathan Marcello wants to get back to normal business as a mafia capo. The rules set out for him are clear—keep out of trouble, maintain a low profile, and stay stable. But a chance encounter with a woman from a r...

Muslim, Umat Terbaik di Dunia

Sejarah telah mencatat riwayat hidup orang-orang besar masa lalu yang merupakan pembesar dunia. Mereka mampu membangun peradaban yang hebat. Mereka berhasil membangun gedung-gedung tinggi yang mewah dan megah, taman-taman yang indah, dan harta kekayaan mereka melimpah ruah. Dalam sejarah dikenal peradaban Mesir kuno, Yunani kuno, Romawi, Persia, Babilonia, Sumeria, dan Mesopotamia. Namun sayang, sepanjang sejarah tidak ada peradaban yang paling berhasil atau paling baik dan banyak pengaruhnya bagi kemajuan dunia melainkan peradaban Islam.             Peradaban Islam yang pertama kali didirikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di kota Madinah ternyata berhasil mencetak generasi-generasi cemerlang. Ya, peradaban yang berawal dari suatu kota di Jazirah Arab ternyata berhasil mengubah seluruh dunia. Dengan kerja kerasnya dan dengan pertolongan Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhasil membangun sebuah peradaban...